SuaraJakarta.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memperjelas alasan berkantor di Kota Depok. Ia melihat ada tiga dinamika yang harus diwaspadai, sehingga tidak menjadi permasalahan besar nantinya.
"Khusus Kota Depok kita ada 3 dinamika yang harus diwaspadai. Pertama, Covid-19 itu sendiri, juga sudah musim hujan. Saya dengar banjir sudah ada di beberapa tempat, dan ketiganya tentu Pilkada Depok," kata Ridwan Kamil di Balai Kota Depok, Selasa (6/10/2020).
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan, tiga dinamika yang harus diwaspadai itu jangan sampai menghabiskan resources atau sumber daya.
Maka itu, Ridwan Kamil mengajak warga masyarakat Depok tetap disiplin. Karena kuncinya adalah disiplin kesehatan.
"Jangan sampai ketiganya ini menghabiskan resources kita. Jadi tetap semangat, warga Depok tetap semangat kuncinya satu disiplin aja, sambil nunggu vaksin. Karena gak ada lagi perlawanan orang-orang sehat dalam mengatasi Covid-19, kecuali disiplin. Jangan patah semangat, kuatkan beribadah sebagai makluk beragama, karena kunci dari semangat ada spiritualitas," paparnya.
Ridwan Kamil menambahkan, selama berkantor dan berkomunikasi dengan kepala daerah di Bodebek, muncul persoalan yang berbeda-beda soal tes PCR Covid-19.
Dia menyebutkan, untuk kawasan Bogor diminta untuk fokus di klaster pondok pesantren. Kabupaten Bekasi fokus di klaster industri, sedangkan untuk Kota Depok dan Bekasi fokus di klaster keluarga.
"Tes PCR di Kabupaten Bogor masih belum memenuhi, karena jumlah penduduknya besar di atas 5 juta jiwa. Jadi tiap daerah wilayah ramainya berbeda- beda," pungkas Ridwan Kamil.
Kontributor : Supriyadi
Baca Juga: Minggu ke-2 Ngantor di Depok, RK: Klaster Keluarga Lagi Tinggi-tingginya
Berita Terkait
-
Media Internasional Sorot Orang Indonesia Jual Bayi ke Singapura
-
Diteror Tetangga Bertahun-tahun, Ibu Suraji Trauma hingga Takut Keluar Rumah
-
Berkaca dari Kasus Viral di Depok, Punya Tetangga Baik adalah Privilege
-
Bukan Granat Aktif! Benda di Drone Teror Advokat Depok Hanya Replika
-
Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Transformasi Digital BRI Dongkrak Transaksi QRIS hingga Rp30,5 Triliun
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden