SuaraJakarta.id - Nasib nahas dialami Iwan, gara-gara "masuk angin", pria berusia 60 tahun ini meminta dikerok hingga akhirnya tewas. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di sebuah warung makan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, di Kampung Kosambi, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa (6/10/2020).
Kanit Reskrim Polsek Balaraja Iptu Sagala mengatakan, korban yang sedang dalam kondisi sakit nekat keluar rumah. Ia keluar dan datang ke warung makan.
Pemilik warung makan, bernama Santi melihat langsung bahwa korban datang sendirian mengunakan kendaraan sepeda motor.
"Tak lama sampai di warung makan, korban bercerita sedang masuk angin. Kemudian minta dikerik sama warga di situ namanya Pian yang sedang santai di warung," ucap Sagala dihubungi Suara.com, Selasa.
Merasa segan menolak, Pian menuruti kemauan dari korban. Iwan dikerok bagian punggung dan dadanya hingga kulitnya berwarna merah.
"Sehabis dikerik korban terlentang di kursi kayu panjang dan berkata mau beristirahat. Namun, selang beberapa menit korban dibangunkan tapi tidak bereaksi," imbuhnya.
"Beberapa kali dicoba untuk dibangunkan. Hingga akhirnya setelah dicek denyut nadi korban sudah dalam keadaan meninggal di lokasi," sambungnya.
Sagala menyebut, peristiwa itu langsung dilaporkan kepada Polsek Balaraja beserta keluarga korban. Polisi pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga: Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja, Lalin Tangerang Serang Lumpuh
"Yang ditemukan di TKP korban sudah meninggal dunia. Kemudian, satu buah piring kecil dan uang logam bekas kerikan," tuturnya.
Selain itu, kata Sagala, istri korban menjelaskan bahwa sudah melarang suaminya untuk pergi keluar rumah karena masih dalam kondisi sakit. Namun hal itu tidak diindahkan.
"Keterangan dari istri, korban ini memang sedang sakit gula dan sesak. Makanya dilarang berpergian. Sekarang peristiwa ini terjadi istri korban sudah mengikhlaskan," sebutnya.
"Dia menolak jasad suaminya dilakukan autopsi. Sehingga korban langsung dibawa ke rumah duka di Kabupaten Lebak mengunakan ambulance dari RSUD Balaraja," imbuh dia.
Kontributor : Ridsha Vimanda Nasution
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal
-
Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah
-
Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Saat Jakarta Marathon 2026, Begini Kata Pramono Anung
-
Ajang WCCE 2026 Kenalkan Produk Kreatif Anak Bangsa Lewat Artisan Alley
-
Advokat Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Soroti Perkara PHPU Pilpres