SuaraJakarta.id - Sejumlah fakta baru dan tak terduga terungkap dari pembunuhan saudara Presiden Jokowi, Yulia. Sang pembunuh, Eko Prasetyo (30) rupanya melakukannya dengan sangat keji.
Bahkan pembunuhan ini sudah direncanakan 1 hari sebelumnya. Habis tak bernyawa, mayat Yulia dibakar.
Berikut 5 fakta baru pembunuhan Yulia, saudara Presiden Jokowi:
1. Diseret ke Kandang Ayam
Eko tega menghabisi Yulia karena terlilit utang senilai Rp 145 juta.
Yulia dihabisi di kandang ayam dengan cara dipukul menggunakan linggis tepat di bagian kepala. Eko memukul Yulia dengan linggis sebanyak dua kali. Yulia langsung tersungkur dan tubuhnya diseret pelaku ke kandang ayam.
Di saat sekarat pelaku masih meminta nomor PIN ATM korban.
Selain mengambil uang Rp 8 juta milik korban yang ada di dalam tasnya, pelaku juga mengambil Rp 15 juta dari ATM korban.
Untuk menghilangkan barang bukti, pelaku lantas memasukkan tubuh Yulia yang sudah tak bernyawa ke jok belakang mobil Xenia.
Baca Juga: Kabarnya Pembunuh Saudara Presiden Jokowi Punya Catatan Kriminal di Jakarta
2. 7 Kali Dihajar Linggis
Yulia, saudara Presiden Jokowi dibunuh dengan sadis. Kepala Yulia dipukul pakai linggis sebanyak 7 kali hingga tewas.
Hal itu terungkap dalam tahap pra-rekonstruksi pembunuhan Yulia di lokasi pembunuhan.
Total ada tujuh tempat kejadian perkara dalam kasus pembunuhan Yulia.
Mulai dari kandang ayam. tempat pembakaran mobil, hingga sungai tempat pelaku membuang ponsel korban.
Pembunuhan saudara Presiden Jokowi ini dilakukan pelaku di kandang ayam dekat rumahnya, Selasa (20/10/2020) malam.
Kejadian bermula saat pelaku, Eko Prasetyo dan Yulia bertemu di kandang ayam.
Tiba-tiba Eko Prasetyo menghantam kepala Yulia dengan linggis sampai meninggal. Pelaku juga mengg
3. Kaki Pincang
Kaki pembunuh saudara Presiden Jokowi pincang karena kena kobaran api yang membakar Yulia. Kaki pincang Eko Prasetyo (30) itu lah yang membuat warga menaruh curiga.
Sebab Eko mengenakan celana panjang, padahal dia seringnya pakai celana pendek.
Rupanya celana panjang itu dipakai untuk menutupi luka melepuh di kakinya akibat terkena kobaran api saat membakar Yulia.
Fakta itu terungkap dalam pra-rekonstruksi tahap pertama pembunuhan Yulia yang dilakukan di kandang ayam dekat rumah pelaku di Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.
"Kakinya kena api saat pelaku membakar korban," kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, usai prarekonstruksi di kandang ayam, Senin (26/10/2020).
4. Hasil Tes Kejiwaan
Tes kejiwaan pembunuh saudara Presiden Jokowi keluar. Eko Prasetyo (30) dinyatakan waras saat membunuh Yulia dengan kejam.
Selain itu Eko juga membunuh Yulia tanpa pengaruh alkohol. Aksi pembunuhan dilakukan Eko di kandang ayam miliknya, Selasa (20/10/2020) malam lalu.
Fakta tersebut diperkuat dengan hasil pemeriksaan kejiwaan Eko Prasetyo dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Soekarno Sukoharjo yang telah diterima polisi.
"Eko sudah menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD Ir Soekarno. Hasilnya telah kami terima bahwa tersangka sehat dan tidak ada indikasi mengalami gangguan kejiwaan," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas di sela pra-rekonstruksi lanjutan di halaman Toko Bangunan Mekar Jaya Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Selasa (27/10/2020).
5. Diduga Pernah Terlibat Kriminal di Jakarta
Eko Prasetyo (30), pembunuh saudara Presiden Jokowi dikabarkan pernah terlibat kasus kriminal di Jakarta. Namun kebenaran itu masih dicek kembali oleh polisi.
Yulia dibunuh dengan sadis oleh Eko. Kepala Yulia dipukul pakai linggis sebanyak 7 kali hingga tewas.
"Terkait kabar itu (punya kasus kriminal di Jakarta) kami masih dalami," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas di sela pra-rekonstruksi lanjutan di halaman Toko Bangunan Mekar Jaya Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo seperti dilansir Solopos.com, Selasa (27/10/2020).
Berita Terkait
-
Siapa Ketua DPRD Wonosobo? Viral Salah Baca Pancasila hingga Diolok-olok Massa Demo!
-
Detik-Detik Ketua DPRD Wonosobo Ditertawakan Pendemo Karena Tak Hapal Pancasila, Grogi Pak!
-
Kritik Terhadap Para Pecandu Keimanan dalam Buku Agama itu Bukan Candu
-
Pesantren Islam Kiri, Usai Salat Santri Belajar Marxisme dan Sosialisme
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Cek Fakta: Heboh Donasi Fantastis ke Iran dari Warga RI, Benarkah atau Hoaks?
-
Review Jujur Sepatu Lari Murah di Decathlon, Layakkah Dipakai Lari 5 Km Setiap Pagi di 2026?
-
Cara Memilih Sunscreen Spray yang Tidak Merusak Makeup di 2026, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya
-
Bahas Flyover Mengkreng, Mas Dhito Bertemu Bupati Nganjuk dan Jombang
-
Mas Dhito Tekankan Profesionalitas Pengelolaan KDKMP agar Berkelanjutan