-
Konsumen memiliki hak mutlak menolak galon air minum yang terlihat kusam, buram, atau tua. Hal ini penting untuk memastikan kualitas kemasan sebanding dengan harga yang dibayarkan oleh seluruh masyarakat.
-
Galon "manula" atau berusia tua sangat berbahaya karena degradasi plastik polikarbonat berisiko melepaskan zat kimia. Masyarakat diimbau selalu memeriksa kode produksi guna menghindari kemasan yang sudah digunakan selama puluhan tahun.
-
KKI dan BPKN telah menyediakan kanal pengaduan resmi bagi konsumen yang merasa dirugikan oleh distributor nakal. Pelaporan ini bertujuan menekan produsen agar lebih ketat dalam melakukan kontrol kualitas kemasan.
SuaraJakarta.id - Bagi masyarakat perkotaan, air minum dalam kemasan (AMDK) galon adalah kebutuhan vital sehari-hari. Namun, pernahkah kamu memperhatikan kondisi fisik galon yang diantar ke rumah atau kosan? Jika galon tersebut terlihat kusam, buram, atau penuh goresan, kamu wajib waspada.
Fakta mengejutkan terungkap di lapangan bahwa galon air minum yang sudah berusia lebih dari dua tahun alias "Galon Manula" ternyata masih bebas beredar di pasaran. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius terkait kesehatan.
Merespons hal ini, Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) bersama Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI mengeluarkan peringatan keras Konsumen punya hak mutlak untuk menolak!
Ketua KKI, David Tobing, menegaskan bahwa konsumen tidak boleh lagi pasrah menerima nasib saat dikirimi galon buram atau penyok oleh agen. Ada ketidakadilan ekonomi yang terjadi di sini. Kita membayar harga yang sama untuk kualitas kemasan yang jauh berbeda.
“Kepada konsumen, kami menyerukan konsumen itu mempunyai hak untuk memilih,” ujar David tegas, dalam pesan yang diterima, Jumat 19 Desember 2025.
Ia menyoroti praktik di lapangan di mana distributor seringkali mencampur galon baru dan lama tanpa sortiran yang jelas.
“Karena harganya sama. Galon baru, galon tua, itu harganya sama. Jadi konsumen berhak menolak, minta yang baru. Itu yang paling penting,” tambahnya.
Bagi Gen Z yang kritis, ini adalah soal prinsip value for money. Jangan sampai uang yang kamu keluarkan untuk air bersih justru mendatangkan wadah yang berpotensi mengontaminasi air tersebut.
Masalah ini bukan sekadar estetika tampilan semata. Galon yang kusam menandakan degradasi atau penurunan kualitas plastik polikarbonat. Plastik yang sudah rusak strukturnya akibat panas dan usia berpotensi melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam air minum.
Baca Juga: Investigasi KKI Temukan Galon Usia 13 Tahun Masih Beredar di Jabodetabek
“Karena lebih buram, lebih kusam warna galon itu lebih berpotensi bahaya atau menimbulkan penyakit,” jelas David.
Temuan KKI di wilayah Jabodetabek bahkan lebih mencengangkan. Mereka menemukan galon dengan kode produksi tahun 2012 hingga 2016 yang masih digunakan.
Bayangkan, galon tersebut sudah berusia lebih dari satu dekade! Oleh karena itu, konsumen diimbau untuk menjadi detektif mandiri sebelum membeli.
“Yang kedua ceklah kode produksinya,” pesan David.
Untuk menindaklanjuti temuan yang meresahkan ini, KKI dan BPKN tidak tinggal diam. KKI telah membuka kanal pengaduan resmi untuk menampung keluhan masyarakat.
“Kami sendiri, Komunitas Konsumen Indonesia, membuka kanal pengaduan di website kami, di mana nantinya kami akan membuat satu periode pengaduan dari berbagai kota,” terang David.
Tag
Berita Terkait
-
Investigasi KKI Temukan Galon Usia 13 Tahun Masih Beredar di Jabodetabek
-
5 Jebakan Psikologis Beli Sekarang Bayar Nanti yang Bikin Boros
-
Air Galon Disalahkan, Padahal Ini Pemicu Infertilitas yang Sesungguhnya
-
Di Balik Isu BPA: Mengapa Galon Guna Ulang Tetap Layak Dipercaya
-
Isu BPA di Galon Air Dipatahkan: Pakar Pastikan Aman untuk Semua, Termasuk Ibu Hamil
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta
-
Hadapi Polusi yang Makin Kompleks, Aturan Kualitas Udara Jakarta Bakal Direvisi
-
BRI Consumer Expo 2026 Goes to PIK2: Banyak Promo Menarik untuk Pembelian Rumah dan Mobil Baru
-
Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi
-
Teknologi AI Wearable Makin Berkembang, Rokid Hadir di DTI-CX 2026