Saat Karim Oei wafat, untuk mengenang sosoknya yang berpengaruh, maka didirikanlah sebuah badan hukum sosial bernama Yayasan Karim Oei oleh rekan sejawatnya.
Termasuk salah satu pendirinya adalah Ali Karim Oei, putra Karim Oei.
Awalnya, Masjid Lautze pun hanya sebuah ruko sewaan untuk operasional Yayasan Karim Oei. Fungsinya sebagai wadah pusat informasi untuk warga Tionghoa mengenal Islam.
Tahun demi tahun berganti, dorongan serta dukungan menghadirkan tempat ibadah di kawasan pecinan itu pun akhirnya tumbuh.
“Alhamdulillah dalam perkembangannya, pemilik ruko menawarkan kami untuk membeli gedung ini dibanding menyewa. Sempat kebingungan juga pengurus untuk cari donatur mendanai pembelian lokasi ini, namun akhirnya jawaban bantuan datang dari BJ Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek). Dia beli rukonya dan dihibahkannya ruko ini kepada Yayasan Karim Oei,” kata Yusman menceritakan latar belakang pembangunan Masjid Lautze.
Terkait pemilihan warna hingga bentuk Masjid Lautze yang terkesan mirip atau mengikuti ornamen Klenteng, rupanya memang sebuah kesengajaan.
Pengurus Masjid Lautze ingin agar warga beretnis Tionghoa yang baru mau mengenal Islam saat bertandang ke gedung empat lantai tersebut tidak merasa canggung.
Untuk interior ruangan bagian dalam masjid didominasi warna putih. Setiap sisi tembok diberi ornamen lis kayu berwarna merah yang dibentuk menyerupai kubah.
Tidak hanya melakukan penyesuaian dari segi warna, berbagai ornamen khususnya kaligrafi dengan aksara Mandarin pun cukup banyak menghiasi bagian dalam gedung.
Baca Juga: Disebut Legenda Politisi Etnis Tionghoa, Begini Reaksi Ahok
Ornamen kaligrafi dengan aksara China didapatkan secara sporadic. Ada yang merupakan hasil buah tangan dari pengunjung yang datang dan ada juga yang dibawa langsung oleh Ali Karim Oei.
Terbukti dengan penyesuaian yang dilakukan Masjid Lautze itu, semakin banyak warga Indonesia beretnis Tionghoa yang berkunjung dan mulai belajar mengenal Islam hingga memutuskan mengambil keputusan jadi mualaf.
Penghubung Warga Dunia
Tercatat hingga awal 2021, sudah sekitar 1.500 warga etnis Tionghoa yang memantapkan hati untuk hijrah menjadi mualaf dan membaca kalimat dua syahadat di Masjid Lautze.
Guna memperluas penyebaran informasi mengenai Islam, Masjid Lautze memiliki cabang di daerah lain.
Misalnya seperti di daerah Bandung, Jawa Barat. Tepatnya di Jalan Tamblong terdapat Masjid Lautze 2.
Tag
Berita Terkait
-
Hanung Bramantyo Bicara Pedas Insiden GKPI Rajeg: Saya dan Istri Dianggap Kafir Gara-gara Protes Toa
-
Houthi Tuduh Arab Saudi Nodai Kesucian Makkah: Dari Konser Hiburan hingga Corong Zionis
-
Provokasi Benjamin Netanyahu: Lakukan Ritual Yahudi di Masjid Al-Aqsa
-
Benjamin Netanyahu Injak Kaki ke Masjid Al-Aqsa, Hamas Murka: Provokasi Terang-terangan
-
Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
BRI Private Bawa Pengalaman Kesehatan Premium Lewat Layanan Medical Check Up
-
Mengabadikan Indonesia Lewat Lensa, BRI inFrame 2026 Angkat Cerita Ekonomi Kerakyatan
-
Gus Ipul Tempuh Jalur Hukum, Tiga Orang Disiapkan untuk Disomasi soal Muktamar NU
-
BRI Hadir Meriahkan Festival Musik Pestapora 2026
-
Dari Piknik hingga Bernyanyi, Momen Warga Menikmati Sunset di Pantai 2026