Seminggu sekali
Para pelajar yang mengikuti kelas secara langsung itu tidak dilaksanakan setiap hari.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Selatan Adb Rachem mengatakan dalam uji coba ini, pelajar hanya mengikuti pelajaran satu kali seminggu, rencananya mulai pukul 07.00-11.00 WIB hingga 29 April 2021.
Di SMKN 15 Jakarta misalnya memiliki jumlah pelajar sebanyak 468 orang, namun tidak semuanya mengikuti uji coba itu karena syarat harus 50 persen dari kapasitas.
Dalam uji coba itu, hanya 112 pelajar yang siap mengikuti uji coba belajar tatap muka.
Adapun pengaturannya dalam uji coba sekolah tatap muka itu untuk pelajar tingkat SMA/SMK diikuti kelas X, XI dan XII.
Sedangkan tingkat SMP diikuti kelas VII, VIII, dan IX dan tingkat SD diikuti oleh siswa kelas IV, V dan VI.
Sebagian pelajar di kelas tersebut mengikuti uji coba belajar tata muka bergiliran dengan jadwal bergiliran pada Senin, Rabu dan Jumat.
Pada Selasa, Kamis dan Sabtu, kata dia, ruangan kelas akan dibersihkan dan disemprot disinfektan.
Di ruang kelas pun, para siswa dibagi dua agar memenuhi syarat 50 persen dari kapasitas, atau rata-rata satu kelas diisi 10-15 pelajar.
Baca Juga: Wagub DKI: Hanya 20 persen Orang Tua Izinkan Anaknya Sekolah Tatap Muka
Susunan meja belajar juga diatur dengan jarak dan sebagian kelas utamanya untuk praktek, setiap meja diberi pembatas berupa kaca transparan.
Tak ketinggalan, para pelajar tetap menggunakan masker dan melengkapi diri dengan sanitasi tangan.
Di DKI Jakarta sebanyak 85 sekolah memenuhi syarat untuk melakukan uji coba belajar tatap muka mulai dari SD, SMP, dan MTS, SMA/SMK.
Dari jumlah itu, sebanyak 25 sekolah di antaranya berada di Jakarta Selatan.
Sekolah-sekolah tersebut bukanlah sekolah yang ditunjuk pemerintah melainkan mereka yang benar-benar siap dari sisi sarana prasarana termasuk penerapan protokol kesehatan, komunikasi kepada orang tua murid hingga kesiapan guru.
Para guru, kata dia, juga mendapatkan prioritas untuk menjalani vaksinasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal
-
Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah
-
Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Saat Jakarta Marathon 2026, Begini Kata Pramono Anung
-
Ajang WCCE 2026 Kenalkan Produk Kreatif Anak Bangsa Lewat Artisan Alley
-
Advokat Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Soroti Perkara PHPU Pilpres