- Produsen menyarankan penggantian sepatu lari setiap 500 hingga 800 kilometer berdasarkan standar penggunaan rata-rata secara umum.
- Beberapa model sepatu lari, seperti Hoka Clifton dan Brooks Ghost, terbukti mampu mempertahankan kenyamanan hingga jarak 1.000 kilometer.
- Kondisi fisik sepatu harus ditentukan melalui kenyamanan pemakaian, kondisi bantalan, dan keausan outsole, bukan sekadar angka jarak.
SuaraJakarta.id - Banyak pelari sering bertanya, kapan sebenarnya sepatu lari harus diganti? Sebagian produsen menyarankan penggantian di kisaran 500 hingga 800 kilometer. Namun di dunia nyata, banyak runner yang tetap nyaman menggunakan sepatu tertentu bahkan setelah melewati angka tersebut.
Tentu tidak semua sepatu punya daya tahan yang sama. Ada model yang performanya mulai menurun setelah beberapa ratus kilometer, tetapi ada juga yang tetap terasa nyaman meski sudah menemani latihan selama berbulan-bulan.
Di kalangan komunitas lari, kategori ini sering disebut sebagai "sepatu pekerja keras" atau daily trainer yang benar-benar bisa dipakai hampir setiap hari.
Berikut beberapa model yang dikenal memiliki reputasi awet dan tetap nyaman meski kilometernya sudah tinggi.
1. Hoka Clifton
Hoka Clifton sudah lama dikenal sebagai salah satu daily trainer paling konsisten. Banyak runner mengaku masih nyaman menggunakannya setelah menembus 800 hingga 1.000 kilometer. Cushion memang perlahan berkurang, tetapi karakter empuk dan stabilnya masih cukup terasa untuk easy run maupun long run santai.
2. ASICS Gel-Nimbus
ASICS Gel-Nimbus sering disebut sebagai "sedan mewah"-nya dunia running. Selain nyaman sejak kilometer pertama, seri ini juga terkenal memiliki outsole yang tahan lama. Tidak sedikit runner yang masih menggunakannya untuk latihan ringan setelah jarak tempuh mendekati empat digit.
3. New Balance Fresh Foam 1080
New Balance berhasil membangun reputasi kuat lewat seri 1080. Kombinasi foam yang nyaman dan outsole yang cukup tahan aus membuat model ini sering direkomendasikan bagi pelari yang tidak ingin terlalu sering membeli sepatu baru.
4. adidas Supernova Rise
Tidak semua runner membutuhkan sepatu super cepat. Banyak yang justru mencari model yang nyaman dipakai latihan setiap hari, dan di sinilah Adidas Supernova Rise mulai mendapat banyak perhatian.
Baca Juga: Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
Karakter cushioning yang seimbang membuatnya nyaman untuk berbagai jenis latihan, sementara ketahanan outsole menjadi salah satu nilai plus yang sering dipuji pengguna.
5. Ortuseight Hyperblast
Di kategori lokal, Ortuseight Hyperblast menjadi salah satu nama yang paling sering disebut komunitas runner. Banyak pengguna mengaku model ini tetap nyaman setelah ratusan kilometer penggunaan. Selain ringan, outsole-nya juga relatif tahan terhadap kondisi aspal perkotaan yang keras.
6. 910 Nineten Haze Series
910 Nineten mulai membangun reputasi kuat di kalangan runner urban. Selain desain yang modern, beberapa seri daily trainer mereka dikenal cukup tahan digunakan untuk latihan rutin mingguan.
7. Brooks Ghost
Kalau bicara soal sepatu awet, banyak runner senior langsung menyebut Brooks Ghost. Model ini mungkin tidak terlalu viral di media sosial, tetapi punya reputasi luar biasa dalam hal durabilitas. Bahkan ada pengguna yang masih memakainya setelah melewati angka 1.000 kilometer untuk jogging santai.
Apa yang Membuat Sebuah Sepatu Bisa Awet?
Menariknya, umur sepatu tidak hanya ditentukan oleh merek. Beberapa faktor lain juga berpengaruh, seperti berat badan pelari, gaya berlari, jenis permukaan yang sering digunakan, hingga frekuensi latihan setiap minggu.
Tag
Berita Terkait
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di GBK: Kenapa Kini Lebih Banyak Dilirik daripada Brand Luar?
-
Review 5 Sepatu Lari Lokal yang Katanya 'Tiru' Brand Luar, Mirip atau Beda Jauh?
-
5 Sepatu Lari untuk Traveling yang Ringan, Empuk, dan Tidak Bikin Koper Cepat Penuh
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Tetap Keren Dipakai Pakai Jeans, Cocok Buat Ngantor WFO
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa