- Produsen menyarankan penggantian sepatu lari setiap 500 hingga 800 kilometer berdasarkan standar penggunaan rata-rata secara umum.
- Beberapa model sepatu lari, seperti Hoka Clifton dan Brooks Ghost, terbukti mampu mempertahankan kenyamanan hingga jarak 1.000 kilometer.
- Kondisi fisik sepatu harus ditentukan melalui kenyamanan pemakaian, kondisi bantalan, dan keausan outsole, bukan sekadar angka jarak.
Sepatu yang dipakai bergantian dengan pasangan lain biasanya juga cenderung lebih awet dibanding yang digunakan setiap hari tanpa jeda.
Karena itu, angka 1.000 kilometer bukan patokan mutlak. Ada sepatu yang masih nyaman setelah melewati angka tersebut, ada juga yang mulai kehilangan performa lebih cepat.
Jangan Hanya Lihat Kilometer
Banyak runner terlalu fokus pada angka jarak tempuh, padahal tanda-tanda sepatu harus diganti sering kali lebih mudah dirasakan daripada dihitung.
Saat cushioning mulai terasa keras, kaki lebih cepat pegal, atau outsole mulai aus tidak merata, biasanya itu sinyal bahwa masa pakai sepatu sudah mendekati akhir.
Karena itu, kenyamanan tetap harus menjadi indikator utama. Dalam dunia running, sepatu daily trainer yang awet sering kali lebih berharga dibanding sepatu tercepat.
Sebab mayoritas kilometer pelari sebenarnya dihabiskan untuk latihan harian, bukan saat race.
Dan kalau ada satu karakter yang paling dicari dari sepatu latihan, jawabannya sederhana: nyaman sejak awal, dan tetap nyaman bahkan setelah menempuh ratusan hingga ribuan kilometer.
Baca Juga: Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
Tag
Berita Terkait
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di GBK: Kenapa Kini Lebih Banyak Dilirik daripada Brand Luar?
-
Review 5 Sepatu Lari Lokal yang Katanya 'Tiru' Brand Luar, Mirip atau Beda Jauh?
-
5 Sepatu Lari untuk Traveling yang Ringan, Empuk, dan Tidak Bikin Koper Cepat Penuh
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Tetap Keren Dipakai Pakai Jeans, Cocok Buat Ngantor WFO
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa