SuaraJakarta.id - Anggota Komisi IX DPR Rahmat Handoyo menilai Pemprov DKI Jakarta serta sejumlah pemerintah daerah yang masih membiarkan tempat wisata dibuka semasa libur lebaran telah ceroboh. Terbukti ada peningkatan kerumunan di tempat wisata, semisal di pantai Ancol.
Kerumunan itu bukan tidak mungkin berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19. Padahal, kata Rahmat, pemda sudah diingatkan berulamg kali sejak awal untuk menutup tempat wisata saat libur lebaran seiring kebijakan pelarangan mudik oleh pemerintah pusat.
"Saya kira sakali lagi ini ceroboh, mestinya itu sudah banyak yang mewanti-wanti untuk ditutup tetapi ini kan dibuka lagi ternyata begitu dibuka gak terkendali kan," kata Rahmat dihubungi, Minggu (16/5/2021).
Rahmat mengatakan meski sebelumnya sudah ada kebijakan protokol kesehatan dengan pembatasan kuota wisatawan di tempat wisata, namun hal itu tidak bisa menjamin tidak terjadi kerumunan. Fakta di lapangan, justru menunjukkan hal sebaliknya di mana kawasan wisata dipenuhi masyarakat.
Menurutnya, libur lebaran memang menjadi momentum bagi masyarakat untuk mencari hiburan tidak terkecuali saat pandemi. Karena itu, seharusnya pemda dapat membaca situasi tersebut dengan melakukan antisipasi berupa penutupan tempat wisata.
"Tetapi entah kenapa pemerintah DKI tetap menjalankan membuka tempat wisata dengan memperkirakan 30 persen tempat kuota masyarakat batasan di sana. Memang siapa yang bisa menjamin, siapa yang bisa memastikan itu sebatas 30 persen?" kata Rahmat.
"Nah ini untuk kesekian kalinya saya kira pemerintah daerah DKI Jakarta dan seluruh jajarannya demikian halnya di daerah yang lain, saya kira ini menjadi pelajaran yang berulang kali saya kira ini cereboh," imbuhnya.
Anies Tegur Keras Ancol
Manajemen Taman Impian Jaya Ancol mendapat teguran keras dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai kerumunan massa yang terjadi dan pengunjung kurang mematuhi protokol kesehatan saat liburan lebaran, Jumat (14/5/2021) lalu.
Baca Juga: Anies Tegur Keras Ancol Ada Kerumunan Massa Libur Lebaran
Direktur Utama PT Taman Impian Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali melalui portal korporat di Jakarta, Sabtu, mengaku menerima teguran keras dari Anies akibat konsentrasi wisatawan di Pantai Ancol, Jakarta Utara, selama libur lebaran.
Usai menerima teguran, Sahir menyebutkan manajemen Ancol mengevaluasi dan mengambil kebijakan untuk menutup sementara objek wisata Ancol.
"Ini (penutupan Ancol) merupakan tindak lanjut dari teguran Pak Gubernur. Diinstruksikan untuk langsung tutup pantai. Kami langsung bertindak sejalan dengan upaya Pemprov DKI untuk menekan potensi penyebaran COVID-19,” kata Sahir.
Sahir mengungkapkan seluruh wahana dan lokasi objek wisata di kawasan Ancol akan ditutup mulai 16-17 Mei, kemudian beroperasi kembali pada Selasa (18/5) mendatang.
Kapasitas Ancol mencapai 192.000 orang dan ketentuan Pemprov DKI selama masa liburan dengan jumlah kunjungan sebesar 30 persen.
Selama dua hari tutup sementara, Sahir menuturkan manajemen akan memperkuat penerapan protokol kesehatan di seluruh kawasan Ancol, antara lain penyemprotan disinfektan di seluruh area vital rekreasi, seperti pantai, jalan, promenade, toilet, loket gerbang, tenant-tenant restoran dan unit-unit rekreasi di dalamnya.
Berita Terkait
-
Anies Tegur Keras Ancol Ada Kerumunan Massa Libur Lebaran
-
Cerita Kerumunan Pengunjung di Ancol Berujung Penutupan Paksa Oleh Anies
-
Muannas Alaidid Sebut Anies Kebingungan: TPU Ditutup, Ancol Malah Dibuka
-
Ancol Diserbu Wisatawan, Satgas Ingatkan soal Protokol Kesehatan
-
Pengelola Pasang Pembatas Tali Sepanjang Bibir Pantai Ancol
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
Terkini
-
Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta
-
UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global
-
BRI Peduli Perkuat Akses Infrastruktur Desa Kemang Lewat Jembatan Gantung
-
Buka Peluang Bagi Pedagang Baru, Mas Dhito: Pasar Ngadiluwih Beroperasi 24 Jam
-
Dampingi Menko Pangan Cek Operasional Kopdes, Mas Dhito Kawal Kelengkapan Administrasi