SuaraJakarta.id - Kasus COVID-19 Jakarta terus naik. Pada Rabu (16/6/2021) kemarin, ada tambahan 2.376 orang yang positif COVID-19.
Total akumulasi seluruh pasien positif COVID-19 di Jakarta berjumlah 454.671 orang. Jumlah pasien ini tersebar dari seluruh wilayah ibu kota.
Sementara itu, sebanyak 426.695 orang dinyatakan sudah sembuh sejak awal pandemi di Jakarta. Jumlahnya bertambah 1.278 orang sejak Selasa (15/6/2021).
Selain itu, 8.756 pasien masih dirawat di Rumah Sakit (RS) yang tersebar di Jakarta. Sisanya, 11.555 orang yang positif menjalani isolasi.
Artinya, sampai saat ini ada 20.311 orang yang dalam kondisi positif Covid-19 di Jakarta.
Sementara itu, melalui akun Instagram resminya @dkijakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakara merilis panduan isolasi mandiri di rumah pasien OTG.
Sebelum isolasi mandiri di rumah, ada persyaratan yang harus dipenuhi sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 980 Tahun 2020, sebagai berikut:
- Sesuai standar yang ditentukan (penilaian kelayakan oleh Gugus Tugas Setempat/Lurah/Camat setempat)
- Lurah memasang pengumuman "sedang melakukan isolasi mandiri" pada pintu/tempat yang mudah terlihat
- Hanya dihuni orang terkonfirmasi Covid-19
- Pasien tetap tinggal di rumah (tidak bepergian atau bekerja ke ruang publik).
- Pasien tidak diperbolehkan berinteraksi langsung dengan keluarga/kerabat selama masa isolasi terkendali
- Dilakukan pengawasan lokasi oleh lurah dengan melibatkan Gugus Tugas RW/RT dan pihak lainnya yang dianggap mampu.
- Dilakukan penegakan disiplin bersama instansi terkait jika terjadi pelanggaran dalam proses isolasi terkendali.
- Segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk (seperi sesak napas) untuk dirawat lebih lanjut.
Sementara itu, dalam panduan isolasi mandiri di rumah bagi pasien OTG, Pemprov DKI juga merilis barang-barang yang perlu dibawa saat isolasi mandiri, yakni sebagai berikut:
- Perlengkapan pribadi (pakaian, alat kebersihan, dan kebutuhan lainnya)
- Perlengkapan ibadah
- Obat-obatan pribadi
- Perlengkapan lain yang dianggap perlu untuk mengisi kegiatan selama masa isolasi seperti handphone, laptop, buku, makanan ringan, dll.
Adapun kegiatan yang wajib dilakukan saat isolasi di rumah, antara lain:
Baca Juga: Hari Ini Tambah 2.376 Pasien, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 454.671
- Tetap di kamar dan dapat dihubungi melalui media komunikasi
- Cuci tangan pakai sabu dan air mengalir atau hand sanitizer sesering mungkin
- Pakai masker dengan benar saat keluar kamar/ruangan
- Jaga kebersihan lingkungan kamar dan rutin disinfeksi area kamar yang sering disentuh
- Melaporkan kondisi kesehatan setiap hari atau apablia ada gejala perburukan kondisi kesehatan kepada petugas pemantauan melalui WhatsaApp/telepon.
Saat isolasi mandiri di rumah, ada hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh pasien OTG, yakni sebagai berikut:
Kegiatan saat Isolasi Mandiri di Rumah yang Boleh Dilakukan
- Membawa handphone/laptop pribadi
- Membawa snack/camilan
- Membawa buku bahan bacaan
- Melakukan komunikasi melalui media elektronik/handphone
- Melakukan aktivitas positif yang bersifat individual dan dapat dilakukan secara mandiri (beribadah, bekerja secara daring, senam, menonton, membaca, dll).
Kegiatan saat Isolasi Mandiri di Rumah yang Tidak Boleh Dilakukan
- Keluar dari kamar/tempat isolasi
- Menerima tamu/keluarga dalam ruangan/kamar
- Menggunakan barang secara bersama orang lain
- Mencampur tempat penyimpanan barang pribadi dengan orang lain
- Melakukan aktivitas yang mengganggu orang lain/menimbulkan kegaduhan
- Merokok
Dalam postingannya, Pemprov DKI juga menyebut masa isolasi dilaksanakan selama 10-14 hari dihitung sejak terkonfirmasi COVID-19.
Pemantauan akan dilakukan petugas melalui media elektronik, tidak dilakukan secara langsung.
Pasien OTG yang isolasi mandiri di rumah diminta segera melapor melalui media elektronik apabila merasakan gejala seperti demam/batuk/sakit tenggorokan/pilek/sesak napas.
Berita Terkait
-
Baru Diresmikan, Taman Bendera Pusaka di Jaksel Sudah Dipenuhi Sampah Berserakan
-
H-1 Lebaran, Pemprov DKI Klaim Harga Pangan Terkendali, Cabai Rawit 'Pedas' Tembus Rp115 Ribu
-
Pemprov DKI Jakarta Antar 689 Warga Kepulauan Seribu Pulang Kampung
-
Lepas 744 Bus di Monas, Pramono Anung Sebut Peserta Mudik Gratis Naik 34 Persen
-
Bantargebang Belum Pulih, Ini Kapasitas Baru RDF Rorotan yang Siap Olah Ribuan Ton Sampah Tiap Hari
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Sentuhan Klasik di Destinasi Modern: Cerita dari Flea Market Indonesia Design District
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
THR Gen Z Tak Lagi Habis untuk Baju Baru, Kini Ramai-ramai Dipakai untuk Upgrade Skill
-
Tak Semua Bisa Mudik, Anak Rantau Ini Rayakan Lebaran Lewat Video Call: Cuma Bisa Lihat dari Layar