SuaraJakarta.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 14 Juni lalu telah membuka lagi Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah atau TMII dan Graha Wisata Ragunan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Namun kedua lokasi itu kini sudah dipenuhi orang yang terpapar corona.
Kedua lokasi itu memang sempat dijadikan tempat isolasi saat kasus Covid-19 meroket pada awal 2021. Namun ditutup lagi saat kasusnya mulai melandai.
Sub Bagian Tata Usaha Unit Pengelola Anjungan dan Graha Wisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI, Ranty Ariany mengatakan, Graha TMII saat ini sudah penuh. Artinya pihaknya tidak lagi menerima pasien Covid-19 untuk isolasi.
"Jumlah kapasitas kamar Graha Wisata TMII 33 kamar. Semua sudah terpakai dengan total 72 pasien," kata Ranty saat dikonfirmasi, Selasa (22/6/2021).
Selanjutnya untuk Graha Ragunan disebut Ranty sudah menipis. Dari kapasitas 200 orang, sudah terisi 111. Sejumlah pasien Covid-19 juga disebutnya telah diperbolehkan pulang atau melanjutkan isolasi di rumah masing-masing.
"Pasien OTG diperbolehkan pulang atau memilih isolasi mandiri di rumah pada hari ini sebanyak 21 orang," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah menambah jumlah Rumah Sakit (RS) rujukan penanganan Covid-19 sebanyak 34 RS. Tindakan ini diambil mengingat kondisi penularan virus corona yang sedang meroket.
Anies menjelaskan, pada awal bulan Juni, DKI memiliki 106 RS rujukan. Dengan demikian, maka sekarang ada 140 RS di ibu kota yang menerima layanan perawatan pasien Covid-19.
"Dengan penambahan kasus di Jakarta kita menambah rumah sakit menjadi 140 rumah sakit untuk menangani covid yang di awal bulan juni 106 rumah sakit," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (22/6).
Baca Juga: RSD Wisma Atlet Penuh, Pemprov DKI Pakai Rusun Nagrak jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19
Penambahan RS rujukan ini berarti menambah kapasitas tempat tidur isolasi dan Intensive Care Unit (ICU) untuk perawatan pasien Covid-19 di ibu kota. "Per 17 juni meningkat jadi 140 rumah sakit dengan ada 8.524 tempat tidur dan 1.186 ruang ICU," tuturnya.
Selain itu, Mantan Mendikbud ini menyebut dari 32 RSUD milik Pemprov, seluruhnya sudah menjadi rujukan Covid-19. Bahkan 13 di antaranya tidak lagi menerima pasien penyakit lain selain corona.
"Dari 32 itu ada 13 RS yang 100 persen hanya untuk penangnaan covid. 19 lainnya menampung pasien covid sampai melebihi 60 persen kapasitas RS nya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi