SuaraJakarta.id - Penularan Covid-19 terhadap anak-anak di Jakarta masih marak terjadi. Bahkan dalam sehari, ratusan Balita dilaporkan terpapar COVID-19.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes DKI, Dwi Oktavia mengatakan kemarin, ketika angka harian penambahan kasus COVID-19 di Jakarta memecahkan rekor hampir 13 ribu, 14 persen di antaranya yang positif adalah anak dibawah 18 tahun.
"Sebanyak 14 persen dari 12.974 kasus positif kemarin Kamis (8/7/2021) adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun," ujar Dwi dalam keterangan tertulis, Jumat (9/7/2021).
Menurut Dwi, kebanyakan dari anak usia 18 tahun kebawah itu, paling banyak memapar anak usia sekolah.
"Ada 1.413 kasus itu anak usia 6 hingga 18 tahun," katanya.
Namun yang menjadi sorotan adalah banyaknya balita positif COVID-19 dalam sehari dengan jumlah mencapai 476 kasus.
Dengan kondisi ini, Dwi meminta agar para orang tua lebih menjaga balitanya dengan tetap berada di dalam rumah.
"Penting sekali bagi para orang tua agar menjaga anak-anaknya lebih ketat dan menghindari keluar rumah membawa anak-anak," jelasnya.
Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat ini, pemerintah memang sudah meminta masyarakat meminimalisir kegiatan di luar rumah.
Baca Juga: Nongkrong di Warkop Saat PPKM Darurat, Anies Pecat Delapan Petugas Dishub DKI
Jika tak ada keperluan mendesak, maka harus tetap berada di rumah. Termasuk bagi balita untuk tetap berada di dalam rumah saja.
"Sebisa mungkin lakukan aktivitas di rumah saja bersama anak, karena kasus positif pada anak saat ini masih tinggi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kemenkes RI Temukan Lebih dari 75 Ribu Balita Alami ISPA di Daerah Terdampak Karhutla
-
KPAI Desak Polisi Ungkap Kematian Balita yang Jatuh dari Balkon Hotel di Samarinda
-
Asap Karhutla Ancam Balita, 62.400 Anak Tercatat Mengalami ISPA
-
Kini Bus Rombongan Jakmania Dilempari di Tol, Perempuan jadi Korban, Balita Trauma
-
KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas
-
Ada Potensi Kerugian Negara Rp104 Triliun, DPR Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut
-
Kampanye Indonesia Asri dan Universitas Indonesia Gagas Implementasi Circular Campus
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal