Yani memiliki tiga anak. Usianya 16 tahun, 13 dan 5 tahun. Anak pertama dan kedua sudah tak sekolah, hanya tamat hingga jenjang Sekolah Dasar (SD). Sementara sang bungsu ikut dirinya keliling menjadi badut jalanan.
Yani dan keluarga tinggal di sebuah kontrakan di Kampung Kedong RT 1 RW 2 Jombang, Ciputat, Tangsel. Sehari-hari dia berkeliling dari pagi hingga sore. Seluruh kecamatan di Tangsel sudah dia susuri. Paling jauh, Yani pernah mengamen menjadi badut jalanan sampai ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Hal yang membuat kisahnya semakin pilu, Yani ternyata merahasiakan aktivitasnya itu dari para tetangga. Bahkan dari sang suami. Itu dilakukan, agar tak membuat suaminya semakin sakit lantaran tahu istrinya mencari nafkah sebagai pengamen badut jalanan.
"Pada tahunya anak saya ngarak ondel-ondel, itu doang. Kita nutupin suami saya aja, ya takutnya malu istrinya begini sedangkan dia lagi sakit nanti terbebani. Jadi kalau ditanya mau ke mana, saya selalu bilang mau nyari rezeki," ungkap Yani haru.
"Suami nggak tahu aktivitas saya di luar rumah. Karena saya menghormati suami. Walaupun kondisinya sakit dan nggak bisa nafkahi, dia tetap suami yang baik," sambungnya.
SuaraJakarta.id telah mendapat izin dari Kusmiyani untuk menulis cerita ini dengan menyebutkan nama lengkap dalam artikel yang dibuat.
Di tengah pandemi, Yani mengaku sebetulnya khawatir terpapar COVID-19. Terlebih ia turut mengajak anak bungsunya yang masih kecil.
"Ya ngeri nggak ngeri. Habis kalau diam di rumah siapa yang kasih makan. Pemerintah hanya ngasih beras dan uang bulanan Rp 300 ribu, itu pun kadang nggak keluar. Nggak cukup buat beli obat dan kebutuhan lainnya," pungkas Kusmiyani.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Baca Juga: Viral Bocah Badut Pengamen Palak Bapak-bapak Tunadaksa Demi Uang Rp 2 Ribu
Tag
Berita Terkait
-
Kasus SGD Palsu Rp4,7 Miliar Masuk Kejahatan Berat! Polisi Didesak Bongkar Pemasoknya
-
Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya
-
DLH Diminta Turun Tangan, Benyamin Sebut TPST Abu & Co Punya Izin Pembakaran Sampah, Kok Bisa?
-
Serahkan Bukti ke Polisi, Pengacara Beberkan Kronologi Temuan 340 Ribu Dolar Singapura
-
Dalam Momentum Hari Kemerdekaan, Emergent Resmi Luncurkan Kampanye Building Indonesia
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Semangat Local Heart Lewat CSR dengan Sahabat Anak Cijantung
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob
-
Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas