SuaraJakarta.id - Jakarta sebagai Kota Metropolitan memiliki segudang tempat bersejarah. Jakarta yang kita kenal sekarang bukanlah tempat yang berdiri secara instan. Melainkan banyak mengandung jejak sejarah di dalamnya.
Dengan mengunjungi tempat bersejarah di Jakarta, dapat memahami lebih dalam sejarah tentang Kota Jakarta dan meningkatkan rasa nasionalisme.
Jangan khawatir dengan tampilan bangunan tempat-tempat bersejarah di Jakarta. Sebab, Pemprov DKI telah mengemas bangunan sejarah di Jakarta seapik mungkin untuk menarik perhatian pengunjung tanpa menghilangkan esensi dari sejarahnya.
Apalagi anak muda zaman sekarang. Senang sekali berburu foto dengan aksen vintage. Di tempat bersejarah ini kamu juga akan menemukan berbagai peninggalan barang bersejarah.
Berikut tempat bersejarah di Jakarta yang pas untuk kamu yang ingin jalan-jalan sambil menambah wawasan tentang sejarah di Jakarta :
1. Monumen Nasional (Monas)
Siapa yang belum kenal Monas? Monas merupakan tempat bersejarah yang bukan hanya jadi simbol Jakarta, tapi juga Indonesia.
Salah satu spot yang mencuri perhatian yaitu bagian puncak yang dibaluti emas murni yang berbentuk lidah api yang sedang menyala.
Ide pembangunan Monas berasal dari Presiden Soekarno, yang menetapkan bahwa monumen ini harus mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia, melambangkan api yang berkobar, bersifat dinamis, dan memberikan kesan bergerak. Monumen ini berbentuk tugu dengan representasi api abadi pada puncaknya.
Baca Juga: Biaya Kremasi di Krematorium Jakarta dan Sekitarnya, dari Gratis sampai Rp 75 Juta
Desain monas dirancang oleh arsitek terkemuka saat itu, yaitu Soedarsono. Penyelesaian tugu Monas dituntaskan pada 12 Juli 1976.
Isi di dalam Monas sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah seperti atribut yang mengawali Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dilengkapi dengan fasilitas olahraga, kalian juga bisa keliling monas sambil bersepeda dan menikmati pertunjukan air mancur, dan bisa bersantai menghirup udara segar disisi taman.
2. Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Museum ini terletak di Jalan Imam Bonjol, Menteng Jakarta Pusat, dan dibangun pada 1927.
Di tempat inilah Soekarno dan Moh. Hatta merumuskan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia, setelah dijemput Achmad Soebardjo dari Rengasdengklok, Karawang.
Bangunan itu dulunya merupakan tempat tinggal Laksamana Maeda. Rumah itu dianggap aman karena Maeda sahabat Achmad Soebardjo.
Tag
Berita Terkait
-
Lisa BLACKPINK Syuting di Kota Tua, Rano Karno: Bagian dari Proyek Raksasa Jakarta
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Film Lisa BLACKPINK Kantongi Izin Mabes Polri, Syuting Lintas Wilayah hingga Maret
-
Heboh Kota Tua Jadi Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK, Begini Penjelasan Pihak Pengelola
-
Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Dua Aksi Demo di Monas dan DPR
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Jadwal Imsak Jakarta 20 Maret 2026: Batas Sahur di Akhir Ramadan, Catat Waktu Subuh Hari Ini
-
'Minal Aidin' dalam Berbagai Bahasa Daerah di Indonesia, Sudah Tahu Artinya dan Cara Mengucapkannya?
-
Cek Lokasi Salat Id Muhammadiyah Jakarta 2026, Ini yang Paling Dekat dari Rumah
-
Menjelang Magrib! Buka Puasa Jakarta Hari Ini 19 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Waktunya
-
Konektivitas Udara: Faktor Penentu Kemenangan di Tengah Ketatnya Persaingan Destinasi Pariwisata