SuaraJakarta.id - Muhammad Saputra, anak asuh Ashanty, kini hanya bisa pasrah meratapi nasib. Saat ini, Putra sudah tak punya apa-apa lagi setelah pakaian dan barang-barang berharga miliknya ludes terbakar, Rabu (25/8/2021).
Kediaman Putra yang berada di kawasan pemukiman pemulung di Kelurahan Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kebakaran pada dini hari tadi.
Ijazah sekolah hingga sepeda pemberian Deddy Corbuzier saat jadi bintang tamu di program acara Hitam Putih, kini hanya tinggal rongsokan belaka usai ludes terbakar.
Putra pun menyampaikan harapan yang menyentuh kepada Ashanty. Dia berharap Ashanty mau membantu warga yang terdampak kebakaran tersebut.
"Semua rumah warga rusak dan hancur. Putra berharap Bunda Ashanty bantulah, walaupun sedikit, bermanfaat buat keluarga dan warga di sini," ungkap Putra ditemui di lokasi, Rabu (25/8/2021).
Kisah Putra menjadi anak asuh Ashanty sempat viral pada 2019 lalu. Saat itu, Putra masih berjualan cilok keliling di usianya 12 tahun.
Dia menjadi yatim piatu sejak 2018, lantaran ibu dan ayahnya meninggal berselang satu bulan, di tahun yang sama.
Saat itu, Putra sempat diundang ke beberapa acara televisi, termasuk oleh Deddy Corbuzier. Bahkan, Putra diberikan sepeda oleh Deddy Corbuzier.
Kini, sepeda itu sudah jadi bangkai. Sepeda itu tak berhasil diselamatkan lantaran posisinya disimpang menggantung di rumahnya.
Baca Juga: Sebut Dokter dan Olahraga yang Selamatkan Hidupnya, Deddy Corbuzier Disentil Netizen
Putra bercerita, sepeda itu semula rencananya akan digunakan untuk berjualan cilok. Terbaru, sepeda itu hendak Putra untuk berjualan kopi botol yang akan dirintisnya.
Sayang, rencana itu pupus. Tak hanya sepeda, uang untuk modalnya usaha jualan kopi botol sebesar Rp 235 ribu pun ikut hangus terbakar.
Putra mengungkapkan, sepeda itu dahulu sempat ditawar oleh seseorang sebesar Rp 2 juta. Namun ia enggan melepaskannya, karena merupakan pemberian dari Deddy Corbuzier.
Kini, Putra berharap mendapat sepeda baru lagi dari Deddy Corbuzier untuk dia gunakan berjualan kopi botolan jika modal usahanya sudah terkumpul.
"Buat Om Deddy kalau bisa, beliin sepeda baru lagi. Soalnya sepeda yang buat jualan ancur om," ungkapnya.
Kekinian, Putra kemungkinan akan menginap sementara di Mushola Baitul Ridwan Lapak Sarmili yang berada di sekitar kawasan yang terbakar tersebut.
Berita Terkait
-
Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning Masih Diselidiki, Kebocoran Gas-Dugaan Percikan Motor Terungkap!
-
Kesaksian Karyawan SPBE Cimuning: Sebelum Kebakaran, Gas Bocor Sejak Sore
-
Penampakan Puing Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, 14 Bangunan Hancur dan Hangus Dilalap Api
-
Update Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi: 17 Orang Luka-luka, Satu Kritis dengan Luka Bakar Serius
-
Lokasi SPBE Cimuning Dekat Pemukiman Warga Jadi Sorotan, Wawako Bekasi: Ini Pelajaran Mahal
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
Terkini
-
Akhir Pekan Tanpa Sinyal! Review Digital Detox di Kepulauan Seribu, Tanpa HP Tapi Bikin Ketagihan
-
Berani Jebol Garis Polisi, Aktivis Geruduk Mabes Polri Desak Tangkap Bos Tambang Ilegal di Bolmong
-
April Paling Ajib di NOYA, Saat Musik Global Menyatu dengan Gaya Hidup Urban Jakarta
-
Siswa Terima MBG Fresh 5 Hari, Sementara 3B dan Daerah 3T Dapat Menu Kering
-
1.256 SPPG di Indonesia Timur Disuspend, Tak Daftar SLHS dan Tanpa IPAL