Hal senada juga diungkapkan Anastasya. Remaja putri 12 tahun itu mengaku tak malu meski harus berjualan bubur kacang hijau keliling berjalan kaki. Aktivitas itu telah ia lakoni sejak kelas 3 SD.
Anastasya mengatakan, ia ingin membantu menambah penghasilan orang tua. Ayahnya berprofesi sebagai sopir angkot, sedangkan sang ibu hanya seorang ibu rumah tangga.
"Buat bantuin orang tua biar ada kegiatan juga. Teman-teman sudah tahu kalau saya jualan, enggak malu, enggak kenapa-napa," ungkap Anastasya.
Sehari-hari, Anastasya keliling berjualan bubur kacang hijau berjalan kaki dengan membawa boks plastik persegi.
Sehari ada 15 bungkus bubur kacang yang dijual. Dia mendapat upah Rp 1 ribu dari setiap bungkusnya. Uang itu dia kumpulkan untuk membeli seragam dan peralatan sekolah.
Di tengah masa pembelajaran secara online, Anastasya yang duduk di bangku kelas VII SMP, meminjam handphone milik ibunya, bergantian dengan kakaknya Ferdinan.
"Upahnya dikumpulin buat (beli) peralatan sekolah. Kalau belajar pinjam HP sama ibu, gantian sama kakak. Belum mampu buat beli HP sendiri soalnya," bebernya.
Cita-Cita Jadi Pengacara
Anastasya yang merupakan anak ketiga dari empat saudara, memiliki mimpi besar yakni menjadi pengacara.
Baca Juga: Banyak Orang Tua Mengeluh, PTM Terbatas di Tangsel Ditarget Awal September
Tujuannya dia ingin membantu orang-orang kampung yang keterbatasan pengetahuan soal hukum ketika tersandung permasalahan hukum.
Anastasya mengaku, mulai memiliki cita-cita itu karena banyak menonton berita di televisi soal kasus hukum. Terutama dialami orang-orang tidak mampu.
"Cita-citanya pengen jadi pengacara, jadi biar bisa bantu warga kalau kesulitan mendapat bantuan hukum," ungkapnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Polisi Segera Gelar Perkara! Usut Laporan Firdaus Oiwobo Terhadap Eks Ketua BEM UGM Tyo Ardianto
-
Paspor Berserakan di Dekat Halte BSD, Imigrasi Tangsel Telusuri Pemiliknya
-
Kurangi Limbah Deterjen, Binatu di Tangsel Gunakan Ekoenzim Buatan Sendiri
-
Biadab! Sambil Hujan-hujanan, Pria Mabuk di Tangsel Cabuli Bocah Saat Main Petak Umpet
-
Terungkap! Skandal Pelecehan Seksual di Klub Sepatu Roda Tangsel, Korbannya Anak 16 Tahun
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi
-
Spesifikasi dan Harga AirPods 4 Terbaru Evolusi TWS Open-Ear Terbaik Apple
-
Gemakan Menuju Indonesia Bangkrut, Mahasiswa Gelar Aksi di Bundaran HI
-
Pemuda Bayar Motor Rp12 Juta dengan Uang Palsu, Modusnya Terbongkar dalam Hitungan Menit