Tragedi kelam itu kemudian memunculkan berbagai mitos di masyarakat. Mereka ada yang percaya bahwa warga yang jadi korban air curug itu dijadikan tumbal untuk pembangunan perusahaan pengolahan karet dan pembukaan jalur rel kereta.
"Orang yang meninggal itu karena Belanda dulu melakukan ritual. Kalau ibarat untuk memperkuat bangunan ada tumbal, karena tahun itu berbarengan pendirian pengolahan karet, hampir berbarengan juga dengan penggarapan rel kereta Rawa Buntu-Galumpit," paparnya.
Selain itu, Curug Pelayangan tersebut juga dikenal dengan nama kali mati. Kata itu diambil dari bentuk aliran air yang seolah terpotong dan terjun ke bawah.
Tetapi apapun cerita dibalik itu, Curug Pelayangan sempat jadi primadona wisata alam di Serpong, Kota Tangerang Selatan. Bahkan, keindahan alamnya memikat para wisatawan lokal dari luar Tangsel.
"Jadi obyek wisata lokal, tapi banyak dari Jakarta ke sini, karena memang tempatnya masih sejuk, rindang dan lokasinya bisa dijangkau dekat Stasiun Serpong. Bahkan gambar curug ini banyak dijadikan sebagai gambar cover kalender," kata Apang mengenang.
Tinggal Kenangan
Sayangnya, Curug Pelayangan yang sempat jadi primadona wisata alam di Serpong itu kini hanya tinggal kenangan. Curug tersebut saat ini hanya menjadi aliran kali biasa. Tingginya hanya tinggal beberapa meter saja.
Bahkan, kawasan tersebut tak lagi jadi tempat aktivitas warga kampung. Pasalnya, bekas curug itu sudah masuk di kawasan perumahan elite di Serpong.
Warga pun tak bisa sembarang masuk dari pintu akses utama, tetapi ada pintu khusus di belakang kawasan tersebut.
Baca Juga: Kasus Bayi Dijadikan Manusia Silver di Tangsel, Kapolres: Reskrim Lagi Selidiki
Pintu tersebut hanya berukuran sekira 1,5 meter, dipasang di antara dinding tembok sekira 3 meter. Pintu tersebut berada di dekat jalan warga yang dulu jadi akses utama ke curug. Tetapi, akses jalan itu kini buntu.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Review Lingsir Wengi: Tembang Jawa, Mitos, dan Teror di Motel Tua Malioboro
-
Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock
-
300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata
-
Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan
-
Muhammad Toha Curi Perhatian Media Malaysia usai Tampil Solid Lawan JDT di Piala FA
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa
-
IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event