SuaraJakarta.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mempersilakan masyarakat memberi kritik dan masukan ke pihaknya. Fadil menegaskan jajarannya tidak anti kritik.
Segala kritik dari masyarakat, kata Fadil, modal untuk memperbaiki kekurangan serta memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
"Jangan bosan untuk mengkritisi kami dan memberi masukan ke kami. Karena kritisi itu adalah energi buat kami dan kami bangga bisa bebenah untuk pelayanan masyarakat," kata Fadil, Kamis (30/12/2021).
Fadil juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat apabila ada perbuatan anggotanya yang telah menyakiti hati masyarakat.
"Saya sebagai kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, dengan segala kerendahan hati saya memohon maaf atas segala kekurangan, atas perilaku anggota Polda Metro Jaya yang telah menyakiti perasaan masyarakat, kami akan terus bebenah," ujarnya.
Ada tiga kasus besar yang melibatkan anggota Polda Metro Jaya sepanjang tahun 2021.
Kasus pertama melibatkan Aipda Ambarita (anggota Polres Metro Jakarta Timur) yang bertugas dalam tim patroli Raimas Backbone.
Kasusnya mencuat setelah beredar video viral yang menampilkan Aipda Ambarita memaksa untuk memeriksa ponsel warga dengan tidak mengikuti prosedur.
Kasus kedua adalah penolakan laporan terhadap warga yang menjadi korban perampokan oleh anggota Polsek Pulogadung bernama Aipda Rudi Panjaitan.
Baca Juga: Tolak Laporan Korban Perampokan, Aipda Rudi Panjaitan Dimutasi ke Polda Papua Barat
Kasus tersebut kemudian mencuat ke publik dan yang bersangkutan dikenai sanksi dimutasi ke Polda Papua Barat atas tindakannya tersebut.
Kasus ketiga adalah kasus penembakan yang menewaskan satu orang oleh anggota Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya berinisial Ipda OS.
Berita Terkait
-
Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi