SuaraJakarta.id - Siapa yang tidak tergiur mendapat iming-iming pinjaman tanpa ribet persyaratan dan cair hanya dalam hitungan menit di pinjaman online atau pinjol ilegal? Terlebih jika saat sangat butuh dana darurat dan cepat, pinjol seolah jadi jalan pintas.
Padahal, ada bahaya risiko dibalik iming-iming kemudahan proses yang ditawarkan para pinjol. Dampaknya, tak sedikit korban yang mendapat teror, bahkan hingga
Terkait hal ini, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kota Tangerang Selatan (MUI Tangsel) Abdul Rojak prihatin masih ada masyarakat yang tergiur godaan pinjol. Padahal, akhirnya meminjam uang ke pinjol ilegal bukan menyelesaikan masalah, tapi justru menambah masalah baru.
Menurutnya, dalam Islam memang tak ada larangan pinjam-meminjam asalkan aturannya jelas dan tidak membuat mudarat salah satu pihak. Haram tidaknya uang hasil pinjaman tergantung pada prosesnya.
"Haram itu kan dilihat dari proses pinjamnya, kalau asal hukum pinjam-meminjam mah tidak haram kan memang kebutuhan manusia muamalah, ekonomi," katanya.
"Tapi praktek pinjam-meminjam (dalam pinjol ilegal) ini tidak dilakukan prosedur tata cara yang dibenarkan dalam agama Islam dan menurut hukum negara. Jelas itu diharamkan," sambung Rojak.
Rojak menuturkan, banyaknya kasus masyarakat yang terjerat pinjol ilegal harusnya menjadi peringatan bahwa meminjam uang di pinjol itu bukan solusi.
"Solusi gimana, kan makin susah. Bahasa kasarnya kan itu penipuan, yang sifatnya seakan-akan legal padahal itu penipuan yang memberatkan, mencekik masyarakat," tuturnya.
Maka itu, kata Rojak, daripada terkena resiko yang bikin tambah melarat, meminta masyarakat untuk menahan diri tak meminjam di pinjol ilegal.
Baca Juga: Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Jakut, Polisi Ciduk 27 Orang
"Ya pokoknya masyarakat jangan ke pinjol lah, masih banyak alternatif lain ke koperasi, ke bank, ke antar personal atau lainnya yang lebih aman. Masyarakat jangan tergiur pragmatis," pintanya.
Terkait, banyaknya masyarakat yang terjerat pinjol, Rojak juga meminta lembaga hukum terkait untuk memberantas aktivitas pinjol ilegal.
"Makanya masyarakatnya harus menahan diri tidak meminjam di pinjol dan pinjolnya harus ditindak tegas, supaya ada efek jera tidak merugikan masyarakat dan memberatkan masyarakat. Harus ditindak keras solusinya, sudah tindak tegas saja dan tidak ada lagi praktek pinjol di masyarakat," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan SuaraJakarta.id, pihak kepolisian kembali melakukan penggerebekan kantor pinjol ilegal di PIK, Jakarta Utara, Rabu (26/1/2022).
Penggerebekan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya itu berhasil mengamankan 99 karyawan plus manager. Diantara yang diamankan diketahui pekerja di bawah umur.
Kantor pinjol ilegal di PIK itu mengelola 14 aplikasi ilegal. Di antaranya Dana Aman, Uang Rodi, Pinjaman Terjamin, Go Kredit, Dana Induk dan Dana Online.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa
-
IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event