Scroll untuk membaca artikel
Erick Tanjung
Selasa, 22 Februari 2022 | 19:40 WIB
Warga mengangkat jeriken saat berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, di Jakarta, Selasa (22/2/2022). Dalam aksinya tersebut warga Muara Angke, Jakarta Utara menuntut Gubernur Anies Baswedan untuk menyediakan air layak minum. Antara/M Risyal Hidayat/wsj.

SuaraJakarta.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjanjikan percepatan realisasi 100 kios air bersih untuk warga Muara Angke, Jakarta Utara.

"Sudah dialokasikan 100 kios air, itu ada tiga tahap. Nanti akan saya cek lagi dan minta secepatnya agar bisa masuk ke wilayah warga," kata Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris, di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/2/2022).

Penegasan itu menanggapi aksi puluhan warga Muara Angke yang mendatangi Balai Kota DKI Jakarta dengan menuntut layanan air minum kepada Gubernur Anies Baswedan.

Afan meminta kepada warga, agar setelah kios air bersih tersebut selesai agar bisa dijaga dan dikelola dengan baik. Lebih lanjut, dia juga menyebut ada subsidi dari Pemprov yang terjangkau sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait dengan harga.

Baca Juga: Krisis Air di Jakarta: Kisah Warga Muara Angke, Puluhan Tahun Berjuang Demi Air Bersih

"Sangat murah kok, jangan khawatir. Sudah disesuaikan dengan Pergub 57 Tahun 2021," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah warga Muara Angke mendatangi gedung Balai Kota DKI Jakarta. Mereka membawa jeriken dan meminta Pemprov DKI membuatkan kios air karena mengalami krisis air bersih.

Krisis air bersih itu terjadi di wilayah Blok Limbah, Blok Eceng dan Blok Empang, Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara yang sejak 1980-an hingga sekarang dan belum pernah mendapatkan layanan air minum dari Pemprov DKI Jakarta.

Salah satu warga Muara Angke, Nur Wenny, mengatakan belum pernah ada layanan air minum dari Pemprov DKI yang masuk ke wilayah mereka. Hanya satu titik kios air yang dibangun pada 2020 di Kampung Blok Eceng, Muara Angke, Jakarta Utara.

"Belum pernah ada layanan air minum dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang masuk ke lokasi kecuali satu titik kios air yang dibangun pada 2020 di Kampung Blok Eceng, tapi itu pun dioperasikan secara komersial," kata Wenny.

Baca Juga: Krisis Air Bersih, Warga Muara Angke Geruduk Balai Kota DKI Jakarta

Selama ini warga mengkonsumsi air minum dengan cara membeli dari air isi ulang galon dan air kemasan, sedangkan untuk kebutuhan seperti mencuci dan mandi, warga menggunakan air yang bersumber dari air tanah dalam dan pikulan.

Load More