SuaraJakarta.id - Dua tahun sudah pandemi melanda Indonesia sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Tanah Air pada 2 Maret 2019. Saat itu, satu keluarga asal Depok menjadi pasien pertama Covid-19.
Dua tahun pandemi terjadi, namun belum ada tanda-tanda statusnya akan turun menjadi endemi. Gelombang kasus Covid-19 di Indonesia masih tergolong tinggi. Terlebih kekinian ada Covid-19 varian baru Omicron.
Kondisi ini membuat para penggali kubur di TPU khusus pemakaman Covid-19 harus terus siap siaga. Salah satunya Wawin, petugas pemakaman di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat.
Wawin pun mengenang tugasnya sebagai garda terakhir penanganan Covid-19. Terutama saat angka kematian akibat Covid-19 di Jakarta sangat tinggi pada Juli 2021 silam.
Saat itu, Wawin hampir saja mengibarkan bendera putih karena banyaknya antrean mobil ambulans yang membawa jenazah pasien Covid-19.
Wawin mengaku saat itu sangat kewalahan mengurus para jenazah yang akan dimakamkan.
Ia merasa sudah tidak sanggup, karena harus memakamkan puluhan hingga ratusan jenazah pasien Covid-19 dalam satu hari.
"Waduh kemarin tuh pas lagi tinggi, capek banget. Hampir enggak sanggup ngurusnya," kata Wawin saat dihubungi Suara.com, Rabu (2/3/2022).
Saat itu, sejumlah alat berat juga diturunkan guna membantu para penggali kubur membuat tempat peristirahatan terakhir bagi para jenazah yang terpapar Covid-19.
"Kalau enggak dibantu alat berat kita mah enggak sanggup," ungkapnya.
Sementara itu, petugas Palang Hitam Jakarta, Ivan mengatakan saat Juli lalu, permintaan peti mati ditempatnya begitu banyak. Per hari ada ratusan peti keluar masuk.
"Kita kan enggak produksi peti. Jadi peti ada vendornya sendiri. Dalam sehari itu ada sekitar 200 peti yang masuk dari vendor terus kita salurkan," jelasnya.
Meski angka kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini masih tinggi, namun bila dibandingkan dengan bulan Juli lalu, angka kematian saat ini masih tergolong rendah.
Dalam sehari, permintaan peti mati untuk jenazah pasien Covid-19, kata Ivan, hanya sekitar 23-27 peti.
"Sekarang ada, tapi enggak banyak," tutup Ivan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Terkini
-
Perkuat Tata Kelola, Akses Layanan UMKM di Jakarta Kian Diperluas
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD