Pedagang sembako di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan harga minyak goreng kemasan yang melambung tinggi, Kamis (24/3/2022). [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
Untuk dapat menghemat pengeluaran, dia mengaku harus mengurangi penggunaan minyak goreng. Biasanya dalam seminggu dia menghabiskan minyak goreng satu liter, mengingat satu keluarganya berjumlah lima orang.
"Sekarang harus diirit biar cukup. Kan harus beli kebutuhan lain juga. Bukan hanya minyak goreng doangkan," kata dia.
Sedangkan Ira seorang pedagang makanan, juga tak punya pilihan lain. Mau tidak mau dia harus tetap membeli. Apalagi kebanyakan makanan seperti ayam yang dia jual harus digoreng.
Dia pun memilih tidak menaikkan harga dagangannya karena khawatir pelanggannya enggan membeli.
"Ya palingan untungnya berkurang," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa