SuaraJakarta.id - Warga berhamburan keluar gedung saat gempa magnitudo 5,2 kembali mengguncang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (26/3/2022) malam. Getaran gempa terasa sangat keras dirasakan warga.
Dikutip dari Antara, warga di daerah Kecamatan Mandonga, Kota Kendari berhamburan keluar rumah masing-masing, demi mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Kepanikan yang sama juga terjadi pada tamu hotel yang ada di daerah itu.
Salah satunya di Hotel Claro Kendari dan Zahra, para tamu terpantau berlarian dengan panik keluar hotel menuju pelataran.
Selain itu, muda-muda yang nongkrong di tempat hiburan kawasan pelataran Tugu Religi MTQ Kendari juga berlarian ke jalan karena merasakan gempa yang keras.
Sementara itu, rilis Humas BMKG Sultra menyebut gempa magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kota Kendari, Sabtu malam.
Meski begitu, BMKG setempat belum memberi keterangan lebih lanjut terkait gempa Kendari yang terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Masuk Kerja Lagi Setelah Lebaran? Ini 7 Cara Melawan 'Magical' Biar Nggak Malas Gerak
-
Hindari Macet Tol Cipali Malam Ini, Pemudik Disarankan Keluar di Cirebon dan Lewat Pantura
-
Cek Fakta: Benarkah Serangan Iran Hancurkan Kilang Israel? Ini Faktanya
-
ART Belum Kembali Usai Lebaran? Ini 7 Cara Biar Rumah Tetap Rapi Tanpa Drama Kewalahan
-
Puncak Arus Balik 28-29 Maret, Baru 36 Persen Kendaraan Menyeberang dari Sumatera ke Jawa