SuaraJakarta.id - Pengelola Jakarta Islamic Center (JIC) di Koja, Jakarta Utara, berpartisipasi dalam penentuan awal Ramadhan 1443 Hijriah di Indonesia dengan mengirim tim pemantau hilal ke Pulau Karya, Kabupaten Kepulauan Seribu.
"Sudah kami kirim tim untuk memantau hilal di Pulau Karya, nanti kami lihat saja laporannya dari sana. Jadi untuk penentuan Ramadhan, hisabnya kita lihat, rukyatnya kita lihat," kata Kepala Sekretariat Masjid Raya Jakarta Islamic Center Ahmad (JIC) Juhandi di Jakarta Utara, Kamis (31/3/2022).
Ahmad mengatakan, Pulau Karya dipilih berdasarkan hasil kajian internal JIC bahwa di sana memiliki jarak pandang yang cukup luas serta tidak terdampak oleh polusi cahaya di DKI Jakarta yang dapat mengganggu pemantauan hilal.
"Memang itu pulau, pandangannya bagus, pandangannya luas, objeknya itu akhirnya bisa dipantau, kami tinggal dibantu teropong, kami bisa melihat di sana," kata Ahmad.
Ahmad mengatakan, pihaknya pernah menguji pemantauan hilal dari atas Lantai 11 Gedung Bisnis JIC, tapi karena polusi pencahayaan yang berasal dari arah pelabuhan menyebabkan penglihatan menggunakan alat bantu teropong masih samar.
"Akhirnya kami cari, riset, di sekitar Kepulauan Seribu itu, ternyata dari Pulau Pramuka geser sedikit, ke Pulau Karya," katanya.
"Itulah yang pandangannya luas, mata memandang juga bebas, belum ada polusi pencahayaan, makanya kami putuskan melihat dari Pulau Karya di sana," kata Ahmad.
Ahmad mengatakan, sudah empat sampai lima tahun terakhir pemantauan hilal dilakukan dari Pulau Karya karena hasilnya lebih bagus ketika langitnya bersih dan tidak tertutup awan.
Dia menambahkan, metode rukyatul hilal dalam penentuan awal Ramadhan amat dipengaruhi oleh cuaca.
Baca Juga: Hilal 1 Ramadhan di Kepri Ditentukan di Pantai Setumu Dompak pada Jumat
"Terkadang tertutup mendung, memang situasinya, segala macam (mempengaruhi hasil pemantauan)," kata Achmad. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Mas Dhito Bakal Rehab Puskesmas Tiron Pasca Kebakaran
-
Konsisten Lakukan Pengawasan Pekerjaan Stadion, Mas Dhito Tegaskan Komitmen Kontraktor
-
Kembalinya Shin Tae-yong ke Indonesia, Dulu Didepak PSSI, Kini Dirangkul Erick Thohir?
-
Menanti Sidang Vonis Penganiayaan Andrie Yunus, Akankah Hakim Militer Hukum Berat 4 Oknum TNI?
-
5 Fakta Mengapa Persija Memilih Shin Tae yong, Nomor 3 Paling Ditunggu Jakmania