SuaraJakarta.id - Polres Metro Tangerang Kota tengah memburu penjual senjata tajam (sajam) celurit yang digunakan kelompok 'Teluknaga Independen'.
Kapolres Metro Tangerang Kota Komarudin mengaku, pihaknya menduga sajam remaja Teluknaga itu dibeli dari toko online.
Menurutnya, bentuk celuritnya pun lebih bagus dibanding celurit yang diamankan selama ini.
"Kalau yang di Teluknaga ini kategorinya termasuk sajam yang diproduksi lebih bagus daripada sajam yang biasa kita temukan. Ada dua atau tiga akun yang mengarah ke penjualan sajam. Ini sedang kita telusuri kita deteksi," kata Komarudin dikonfirmasi, Kamis (7/4/2022).
Komarudin menyebut, para penjual sajam secara online itu dapat dihukum penjara jika terbukti menjual sajam kepada para remaja tersebut.
"Bisa dikenakan pasal darurat ketika terbukti menjual ke orang yang tidak semestinya. Sesuai Undang-Undang Darurat mungkin jadi turut serta karena dia menyiapkan, menjual dengan ancaman hukuman setidaknya 6 tahun penjara," tegasnya.
Selain itu, pihaknya kini tengah mengincar kerumunan-kerumunan kelompok remaja atau pemuda yang berkerumun di tongkrongan lewat dari jam 12 malam atau dini hari.
Pihaknya, lanjut Komar, tak segan akan membubarkan kerumunan tersebut untuk mencegah adanya tawuran.
"Kita lakukan preventif straight yang kemarin kita lakukan penggelaran pasukan untuk memonitor setiap aksi, tindakan, ativitas, kerumunan yang jadi sasaran kita. Kami warning dari sekarang kalau ada kerumunan pasti akan kita bubarkan. Karena mereka kami target sekarang," ungkapnya.
"Tentunya kita kembali kepada kebiasaan kita kan itu pemandangan tidak lazim. Saat dini hari mereka masih berkerumun ini pemandangan tidak lazim. Dari situlah kita berangkat untuk melakukan penertiban, kita tanya keperluannya apa ada di luar karena saya yakin orang tuanya tidak mengizinkan," tambah Komarudin.
Mantan Wakapolres Polresta Tangerang itu juga meminta semua elemen masyarakat ikut serta melakukan pencegahan tawuran.
Terutama para orangtua, harus memantau aktivitas media sosial anaknya lantaran saat ini sudah banyak yang terkontaminasi dengan hal negatif pornografi dan ajakan berujung kriminal.
"Mungkin hanya sedikit orangtua yang tahu aktivitas media sosial anaknya. Ini yang jadi kekhawatiran bersama, berbagai macam masalah mulai dari pornografi, ujaran kebencian dan lain yang anak-anak kita ini sudah terkontaminasi. Nah ini yang harus diwaspadai. Kalau tidak demikian, akhirnya menyesal," pungkasnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
5 Terduga Teroris Jaringan NII Dibekuk di Tangsel, MUI: Jangan Percaya Ajakan Jihad seperti Itu, Cuma Kamuflase
-
Terlibat Tawuran Gunakan Senjata Tajam Jelang Sahur, 9 Pemuda Ditangkap dan Disuruh Jalan Jongkok ke Polsek Pondok Aren
-
Tawuran Perang Sarung di Tangerang, 14 Remaja Diamankan
-
Dicekoki Miras, Siswi SMA di Tangerang Dirudapaksa Ramai-ramai, Kini Hamil 5 Bulan
-
Mantan Menteri Edhy Prabowo Dipindahkan ke Lapas Tangerang, Jalani Hukuman 5 Tahun Penjara
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
BRI Private Bawa Pengalaman Kesehatan Premium Lewat Layanan Medical Check Up
-
Mengabadikan Indonesia Lewat Lensa, BRI inFrame 2026 Angkat Cerita Ekonomi Kerakyatan
-
Gus Ipul Tempuh Jalur Hukum, Tiga Orang Disiapkan untuk Disomasi soal Muktamar NU
-
BRI Hadir Meriahkan Festival Musik Pestapora 2026
-
Dari Piknik hingga Bernyanyi, Momen Warga Menikmati Sunset di Pantai 2026