Rizki Nurmansyah
Senin, 23 Mei 2022 | 20:50 WIB
Ilustrasi prostitusi. [Istimewa]

"Di bawah cuma ada meja resepsionis, kulkas sama bangku. Nah kalau mijetnya di atas," ujar P.

Di dalam ruangan pijat tersebut, P menceritakan pintu ruangan kamar tidak terdapat pintu, hanya tertutup tirai kain seperti gorden.

Saat dipijat, kemudian terapis menawari untuk melakukan 'petik mangga'—sebuah gerakan erotis yang bisa menimbulkan syahwat lelaki.

Dengan tarif tersebut, kata P, pelanggan sudah bisa mendapatkan layanan seperti itu tanpa biaya tambahan.

Baca Juga: Tangkap Maling Bra di Jakarta Barat, Warga Temukan Hal Mengejutkan

"Jadi kita bayar segitu, ya sudah semuanya. Paling kita kasih tips Rp 50 ribu," katanya.

Namun terapis di sana tidak menyediakan layanan seks. Jika ingin melakukan hubungan layaknya suami istri, pelanggan dengan terapis bisa melakukannya di luar itu.

"Di situ gak bisa ML, kalau mau begitu (ML) ya bisa janjian di luar. Katanya prosedurnya di sana cuma 'petik mangga' sama HJ," jelasnya.

Pijat Plus-Plus

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) memeriksa kedai kopi diduga penyedia jasa pijat plus-plus di kawasan Taman Palm, Cengkareng, Jakarta Barat.

Baca Juga: Tertangkap Tangan Curi Bra, Maling di Jakarta Barat Ngaku untuk Kepuasan Batin

"Kita sudah kirimkan petugas untuk memeriksa ke lapangan apakah ada temuan tersebut," kata Kepala Seksi Pengawas Suku Dinas Pariwisata, Ekonomi dan Kreatif Jakarta Barat, Budi Suryawan, Senin (23/5/2022).

Load More