SuaraJakarta.id - DPRD DKI Jakarta telah menetapkan tiga nama sebagai calon Penjabat (Pj) Gubernur DKI pengganti Anies Baswedan. Ketiganya yakni Heru Budi Hartono, Marullah Matali dan Bahtiar Baharuddin.
Diketahui, masa jabatan Anies Baswedan berakhir pada 16 Oktober 2022. Ketiga nama calon pengganti Anies tersebut telah diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Tiga nama usulan calon Pj Gubernur DKI itu dibawa langsung Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dan diterima Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Suhajar Diantoro, Rabu (14/9/2022).
"Saya menyerahkan berkas yang kemarin sudah saya bahas tiga nama itu, hari ini sudah diterima," kata Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi di gedung Kemendagri.
Prasetio menambahkan nantinya nama-nama usulan itu akan dirapatkan oleh sembilan instansi terkait untuk membahas rekam jejak nama usulan tersebut.
"Harus dicek betul, calon penjabat ini apakah ada masalah, baru diserahkan kepada Presiden," ucapnya.
Heru Budi Hartono
Heru Budi Hartono saat ini menjabat Kepala Kesekretariatan Presiden (Kasetpres). Jabatan itu telah diemban pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 13 Desember 1965 tersebut sejak 2017.
Kiprahnya sebagai pejabat publik di dunia pemerintahan sudah dijalaninya sejak lama. Heru pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi DKI Jakarta tahun 2015-2017.
Baca Juga: Disetor ke Kemendagri Hari Ini, Ini 3 Nama Calon Pj Gubernur Pengganti Anies yang Diusulkan DPRD DKI
Jabatan itu diembannya saat jabatan Gubernur DKI masih dipegang oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Heru juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Utara tahun 2014 lalu.
Latar belakang Heru yang merupakan ASN ini diawalinya saat dirinya diterima sebagai ASN di wilayah Jakarta Utara. Prestasinya selama bekerja sebagai staf ternyata berhasil membuatnya memegang beberapa jabatan strategis.
Seperti Kepala Bagian Umum Kota Jakarta Utara pada tahun 2007 dan Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan Kota Jakarta Utara pada tahun 2008.
Lulusan Universitas Krisna Dwipayana ini berhasil menyelesaikan studi sarjana dan magisternya di universitas tersebut pada tahun 1998 lalu.
Bahtiar Baharuddin
Sejak 2020, Bahtiar menjabat sebagai Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ia lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) tahun 1995.
Tag
Berita Terkait
-
Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya
-
DPRD DKI: Jakarta Mimpi Jadi Kota Global Tapi Anak Putus Sekolah Masih Banyak
-
Omzet Rp3,5 M, Setoran Parkir Blok M Square ke Kas Jakarta Cuma Rp711 Juta, Ada Apa?
-
[CEK FAKTA] Hoaks! Anies Baswedan Serukan Gulingkan Presiden Prabowo di Artikel Suara.com
-
Tanya TK, Bukan Kampus: Mengupas Gagasan Anies Baswedan soal Ketidakjujuran
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Sering Naik Ojol? 7 Bedak Tabur Anti Polusi Ini Bikin Wajah Tetap Fresh dan Nggak Kusam
-
Barang Hilang Saat Kecelakaan Kereta? Ini Cara Klaim ke KAI agar Bisa Kembali
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Paling Banyak Dipakai di CFD Jakarta, Nomor 3 Lagi Naik Daun
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Di Balik Sejarah Argo Bromo Anggrek, Kereta 'Raja Jalur Utara' yang Kini Jadi Sorotan