Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Senin, 10 Oktober 2022 | 17:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan penjabat yang ditunjuk akan menggantikan dirinya memimpin ibu kota, yakni Heru Budi Hartono, diyakini bakal melanjutkan program kerjanya. [Suara.com/Yaumal]

SuaraJakarta.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui ibu kota sampai saat ini masih dihantui banjir. Bahkan jika terjadi hujan deras dalam waktu dua jam, dipastikan akan ada permukiman dan jalanan yang terendam air.

Hujan deras yang dimaksud Anies adalah dengan curah hujan dengan intensitas di atas 100 milimeter. Misalnya seperti yang terjadi pada pekan lalu ketika air yang turun mencapai 120-180 milimeter per hari.

"Sebagai contoh pekan lalu hujan ada yang 120 milimeter sampai dengan 180 milimeter yang bisanya dihitung harian 140, 180-an sangat lebat, bahkan 180 milimeter bisa dibilang ekstrem," ujar Anies di Bantargebang, Bekasi, Senin (10/10/2022).

Jika hujan dengan intensitas tinggi dan turun dalam waktu yang lama, Anies memastikan banjir akan terjadi.

"Pekan kemarin-kemarin dengan durasi waktu dua jam, dua jam setengah jadi bisa dibayangkan betapa banyaknya air yang jatuh pada saat yang bersamaan," tuturnya.

Sisa banjir di wilayah Rt 5/7 Kelurahan Tanjung Lengkong, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (10/10/2022). [Suara.com/Faqih Fathurrahman]

Hal ini disebutnya terjadi karena kapasitas drainase di Jakarta hanya bisa menampung hujan dengan intensitas paling banyak 100 milimeter per hari. Jika lebih dari itu makan air akan meluap dan menggenangi rumah warga dan ruas jalan.

"Kondisi itu pasti menimbulkan genangan karena sistem drainase kita itu menampung 50 milimeter per hari untuk di kawasan perumahan dan perkampungan. Dan kalau di kawasan dalam protokol itu sampai 100 milimeter per hari," katanya.

Karena itu, begitu hujan deras turun, Anies meminta jajarannya untuk siaga dengan pompa penyedot air beserta petugasnya di daerah rawan banjir.

"Tanggung jawab kita adalah merespons dengan cepat, mengeringkan dengan cepat sehingga fasilitas-fasilitas bisa digunakan kembali jadi itu antisipasi kita."

Baca Juga: Banjir Surut, Warga Bidara Cina Mulai Bersih-Bersih Rumah, Lumpur sampai Sebetis Orang Dewasa

Load More