SuaraJakarta.id - Predator seks anak kerap beraksi di mana saja dan kapan saja. Seperti yang terjadi di kawasan Kalideres Jakarta Barat, seorang anak diduga menjadi korban sodomi yang dilakukan pria. Mirisnya, peristiwa itu terjadi ketika korban sedang berenang di sebuah empang atau kubangan air di dekat Rumah Sakit Mitra Kelurga, Kalideres.
Diduga peristiwa sodomi anak itu dilakukan pelaku ketika sekitar lokasi sepi. Yunus, warga sekitar mengakui anak-anak kerap berenang atau bermain air di empang itu. Namun, sepengetahuan Yusuf, anak-anak yang berenang di lokasi kerap berkelompok, tidak sendirian.
"Biasanya kalau bocah ngegupak (berenang) gak sendirian. Kalau dari video kan sendiri tuh anak. Pelaku juga sendiri. Takutnya ini anak dibawa dari luar, terus kejadiannya di sini," kata Yusuf saat ditemui di lokasi, Selasa (11/10/2022).
Perihal kejadian yang sempat viral itu, pria yang berprofesi sebagai ojek pangkalan itu menduga aksi pencabulan itu terjadi saat situasi sepi. Sebab, kata dia peristiwa itu terjadi pada Minggu atau saat rumah sakit libur.
"Kami kalau minggu libur soalnya. Gak ada pasien BPJS yang berobat. RS juga sepi," katanya.
Sementara itu, warga lainnya, Yadi mengatakan, selain banyak anak yang suka berenang, banyak juga warga yang sering memancing di sekitar lokasi. Namun pelaku, bukanlah warga yang kerab memancing.
"Udah lihat tadi videonya (aksi asusila). Kalau dilihat mah bukan orang yang biasa mancing," katanya.
Yadi mengaku hafal dengan warga yang kerab memancing karena akses jalan di perkebunan itu hanya satu. Jadi ia selalu melihat lalu lalang warga yang hendak memancing.
"Kalau orang mau mancing kan pasti lewat sini, katanya di sana (ujung) buntu. Jalanan cuma dari sini."
Baca Juga: Kasus Asusila di Empang Samping RS Mitra Keluarga Kalideres, Polisi Periksa TKP
Polisi Olah TKP
Hari ini, aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus dugaan sodomi anak di sebuah empang, di samping rumah sakit Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat.
Kanit Reskrim Polsek Kalideres, AKP Subartoyo mengatakan, pihaknya tengah mencari petunjuk dengan meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi.
Ia juga bakal meminta keterangan RT, RW setempat serta pihak rumah sakit temtang peristiwa tersebut.
"Kami bakal menanyakan kepada pasien yang merekam dan meminta video aslinya,” kata Bartoyo, saat di temui di lokasi, Selasa.
Selain itu, Bartoyo juga menyebut, pihaknya saat ini baru meminta keterangan wawancara dari warga yang berada di sekitar lokasi. Jika ada petunjuk selanjutnya, tidak menutup kemungkinan saksi-saksi tersebut bakal dipanggil.
Berita Terkait
-
Kasus Asusila di Empang Samping RS Mitra Keluarga Kalideres, Polisi Periksa TKP
-
Viral Aksi Pedofilia di Empang Samping RS Mitra Keluarga Kalideres, Polisi Cek CCTV
-
Polisi Periksa TKP Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sebuah Empang Kalideres
-
Polisi Periksa TKP Tindakan Asusila di Empang Samping RS Mitra Keluarga Kalideres Jakbar
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar