SuaraJakarta.id - Penyandang masalah kesejahteraan sosial masih menjadi persoalan di tengah gerak modernisasi Jakarta.
Penjabat Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono meminta dinas sosial menangani persoalan itu.
Heru menyontohkan bahwa dia sering menemukan PMKS di Cipinang Meruya, Jakarta Timur, dan sebagian dari mereka membawa anak-anak untuk mengemis.
"Tapi yang saya miris adalah bawa anak kecil. Setiap hari kalau lihat itu menangis," kata Heru di TIM, hari ini.
Dia menyebut sebagian anak sengaja dibawa untuk mengemis dan keberadaan diatur.
Heru mengatakan bahwa dia pernah melihat kasus itu secara langsung sekitar 1,5 tahun lalu.
"Kasihan anak kecil dibawa dari pagi sampai sore, hirup udara, nggak sekolah," kata Heru.
Heru mengatakan anak-anak seharusnya mendapatkan bimbingan.
Pemerintah Jakarta, kata dia, memiliki berbagai program seperti Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat.
Heru meminta Dinas Sosial untuk menangani masalah PMKS, terutama anak-anak.
"Jadi yang membawa anak-anak itu prioritas. Kenapa bisa sampai seperti itu," kata dia. [rangkuman laporan Suara.com]
Berita Terkait
-
DPRD DKI Dorong Penertiban Manusia Gerobak: Tidak Hanya Digusur, Tapi Diberi Pelatihan Agar Mandiri
-
Perombakan Besar di MRT Jakarta: Pramono Anung Tunjuk Komisaris dan Direksi Baru, Heru Budi Hartono
-
Alasan Heru Budi Diangkat Jadi Komut PT MRT Begitu Lengser dari Pj Gubernur Jakarta
-
Heru Budi jadi Komisaris Utama MRT Jakarta
-
Siap-siap! Teguh Setyabudi Bakal Rombak Jajaran Pemprov DKI Bentukan Heru Budi: Untuk Kebaikan Kenapa Tidak
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kemenhut Segel Areal Kebakaran Hutan di Sumsel, Pemegang Izin Diperingatkan Jaga Areal Konsesi
-
Hadir di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI
-
Semangat Kemerdekaan dalam 17 Kali Push-Up, Cara Unik Rayakan HUT ke-81 RI
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum