SuaraJakarta.id - Seorang pria yang tidak diketahui identitasnya ditemukan tewas di depan Universitas YARSI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (31/12/2202) dini hari.
Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih, Iptu Tri Teguh menuturkan korban ditemukan dalam kondisi telungkup.
"(Korban) telungkup pakai helm," ujar Teguh kepada wartawan, Sabtu sore.
Teguh mengatakan seorang saksi sempat melihat jasad korban sengaja di buang sekitar lokasi.
"Ada saksi yang melihat dibuang mayat itu. Dia lihat dari Halte dekat YARSI. (Pelaku naik motor) korbannya boncengin di tengah," kata dia.
Dari hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian menemukan ada dua luka tusuk di bagian tubuh korban.
"Ada luka tusuk di pinggang sama di dada," jelas Teguh.
Kekinian, jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Sejauh ini sudah ada saksi yang diperiksa polisi terkait kejadian tersebut.
Baca Juga: RSDC Wisma Atlet Kemayoran Resmi Ditutup Hari Ini, Nakes dan Relawan Purna Tugas
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar