SuaraJakarta.id - Perumda Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya kembali meminta dukungan dari pihak lain jelang berakhirnya swastanisasi air 31 Januari 2023 mendatang. Setelah dengan TNI dan Polri, kali ini PAM Jaya menggandeng Ormas Islam Muhammadiyah
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasruddin mengatakan dukungan Muhammadiyah penting agar nantinya ketika swastanisasi air berakhir, pelayanan air bersih untuk warga bisa berjalan lancar.
Apalagi dengan tak adanya pihak swasta PT PAM Lyonnaise Jaya dan PT AETRA Air Jakarta selaku distributor sebelumnya.
"Untuk memastikan kedaulatan air dapat terwujud, tentunya kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Muhammadiyah. Karena kedaulatan ini adalah pemberian hak dasar atas air bagi seluruh warga Jakarta, tanpa terkecuali," ujar Arief kepada wartawan, Rabu (18/1/2023).
Dukungan ini juga merupakan upaya meningkatkan cakupan layanan air perpipaan di Jakarta. Saat ini, wilayah ibu kota yang terjangkau air perpipaan baru 65 persen dan ditargetkan mencapai 100 persen pada 2030.
Arief mengatakan untuk wilayah yang belum terjangkau air perpipaan pihaknya melakukan manajemen air. Salah satu contohnya seperi di wilayah Marunda Kepu, Jakarta Utara.
Di wilayah itu suplai air sempat terganggu selama sekitar 7 bulan karena usia pipa yang cukup tua sehingga tekanan air mesti dikurangi untuk mengurangi kebocoran pipa. Pihaknya pun membangun reservoir komunal atau bak penampungan air bawah tanah yang disertai pompa dorong.
"Alhamdulillah, dengan adanya reservoir komunal, warga di Marunda Kepu, bahkan yang berlokasi paling ujung dan bersebelahan dengan laut bisa mendapatkan suplai air secara normal," ucap Arief.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta H.M. Sun'an Miskan mengatakan sebagai bentuk dukungannya, pihaknya akan memberikan pendidikan bagi perilaku ramah air bagi para anggota Muhammadiyah dan masyarakat.
Baca Juga: PAM Jaya Berusia 1 Abad, Pemprov DKI Harap Akhir Swastanisasi Air Tak Timbulkan Masalah
Mereka akan diminta tidak menggunakan air tanah, serta menyediakan resapan air sebagaimana diatur dalam Fikih Air Muhammadiyah.
Lalu, ia akan mendorong masyarakat mengurangi penggunaan air tanah dan memanfaatkan air secara baik dan bijak, serta mendorong pemerintah daerah untuk menjamin ketersediaan air bersih dan murah untuk menjamin kebutuhan hidup warga.
"Sosialisasi tentang kedaulatan air hari ini merupakan hal penting untuk menjaga keberlangsungan kehidupan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Transformasi Digital BRI Dongkrak Transaksi QRIS hingga Rp30,5 Triliun
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden