SuaraJakarta.id - SR, remaja korban tawuran antar warga di Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan meninggal dunia setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Remaja berusia 23 tahun tersebut meninggal akibat luka parah pada bagian kepala yang disebabkan lemparan batu buntut aksi tawuran.
Kapolsek Tebet Kompol Jamalinus Nababan menyebut SR meninggal pada Selasa (7/11/2023).
"Sudah meninggal, kemarin dimakamkan," kata Jamalinus kepada wartawan, Rabu (8/11/2023).
Menurut Jamalinus, SR terkena lemparan batu karena ikut terlibat dalam aksi tawuran. Berdasar data yang diterima yang bersangkutan tercantum sebagai warga RW 04.
"Dia ikut tawuran juga. Jadi yang bersangkutan itu pelaku sekaligus korban," katanya.
Jamalinus menyebut, pihaknya hingga kini masih memburu pelaku. Proses pencarian pelaku terkendala karena tidak ditemukan adanya CCTV di sekitar lokasi.
"Pelakunya masih kita cari, kita kesulitan CCTV," katanya.
Aksi tawuran antar warga sebelumnya terjadi dua kali dalam sepekan di Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Satu orang saat itu dilaporkan terluka akibat terkena lemparan batu.
Baca Juga: Bawa Celurit dan Stik Golf usai Tawuran, 6 Remaja Diudak-udak Polisi hingga ke Pasar Minggu
Jamalinus sempat mengklaim telah berkoordinasi dengan ketua RT hingga RW setempat untuk mengantisipasi terjadi peristiwa serupa. Selain juga menyiagakan aparat kepolisian di titik-titik kawasan yang kerap dijadikan arena tawuran.
"Anggota berjaga-jaga di sana sampai situasi benar-benar melandai. Itu saja sih, nggak ada yang lain, karena mudah-mudahan orangnya pada sadar,” kata Jamalinus kepada wartawan, Senin (23/10/2023).
Menurut penuturan Jamalinus, aksi tawuran kerap terjadi ketika anggota sedang tidak ada di lokasi. Ia mengakui kalau anggotanya memang tidak mungkin bersiaga 24 jam di lokasi.
"Kita nggak mungkin nungguin terus. Karena setelah kejadian pertama saya sudah datangi sama orangtuanya, minta supaya dijaga, eh terjadi lagi,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Bawa Celurit dan Stik Golf usai Tawuran, 6 Remaja Diudak-udak Polisi hingga ke Pasar Minggu
-
Tawuran Remaja di Kampung Melayu Pecah Lagi, Polisi Klaim Patroli sampai Subuh
-
Tawuran Kelompok Pelajar Bawa Sajam Pecah di Pesanggrahan, Warga Sampai Panik Cari-cari Suaminya
-
Tawuran di Johar Baru Kembali Pecah, Polisi Belum Pastikan Sebagai Pengalihan Isu Masuknya Narkoba
-
Polisi Tangkap Provokator Tawuran Hingga Penjual Senjata Tajam di Sosmed
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Upacara Kemerdekaan di Tapal Batas, Serasan Jadi Pintu Ekonomi Indonesia
-
Tak Perlu Pusing Budget, Ini Solusi Paket Rapat di Jakarta Pusat yang Bisa Sesuaikan Anggaran
-
Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan