Scroll untuk membaca artikel
Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir
Jum'at, 08 Desember 2023 | 16:54 WIB
Permintaan Misterius Ayah di Jagakarsa Terduga Pembunuh 4 Anak: Apa Motif Panca Minta Diantar 4 Minuman Isotonik? (Suara.com/Faqih)

SuaraJakarta.id - Terungkap fakta baru terkait kasus tewasnya empat anak di Jagakarsa, Jakarta Selatan yang diduga dibunuh sang ayah kandung, Panca Darmansyah (41). Ternyata, Panca sempat meminta tetangannya untuk mengantarkan empat botol minuman isotonik ke rumahnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro mengatakan jika permintaan Panca kepada tetangganya untuk empat botol minuman isotonik itu terjadi sebelum keempat anaknya ditemukan tewas berjejer di atas kasur rumahnya pada Rabu (6/12/2023) lalu.

"Rabu sekitar pukul 09.30 WIB, diduga pelaku menelpon saksi, mengatakan minta diantarkan minuman isotonik empat botol," kata Bintoro kepada wartawan, Jumat (8/12/2023).

Namun janggalnya, pesanan empat buah minuman isotonik itu ternyata tak diterima langsung Panca setelah diantar tetangganya. Panca, kata Bintoro hanya meminta tetangganya untuk menaruh pesanan botol isotonik itu di depan teras rumahnya.

Baca Juga: Jasad 4 Anak Tewas Dibunuh Di Jagakarsa Telah Diautopsi, Sang Ayah Dipindah Ke RS Polri Kramat Jati

"Dikatakan oleh pelaku di dalam 'taruh aja di depan pintu'," bebernya.

Pesanan empat botol minuman isotonik yang diminta Panca itu kini sedang diselidiki polisi karena masih menyimpan misteri.

"Masih didalami," ujarnya.

Penampakan rumah Panca Darmansyah, ayah yang diduga membunuh empat anaknya di Jagakarsa, Jakarta Selatan. (Suara.com/Faqih)

Mayat 4 Anak Berjejer di Kasur

Sebelumnya diberitakan, empat orang bocah tewas di sebuah kontrakan di Jagakarsa pada Rabu (6/12/2023) membuat geger warga sekitar. Pasalnya, keempat anak itu tewas diduga akibat dibunuh oleh sang ayah, Panca Darmansyah.

Baca Juga: Polisi Selidiki Aksi Pelemparan Batu ke Kaca KRL di Stasiun Tanjung Barat

Saat ditemukan, Panca tengah melakukan aksi bunuh diri dengan menyayat lengan tangannya.

Load More