SuaraJakarta.id - Sebagai negara yang besar, Indonesia haruslah memiliki kemandirian ekonomi. Sebab Indonesia memiliki modal yang menjanjikan misalnya dari sisi jumlah penduduk, potensi ekonomi yang besar, geografi yang luas dan kekayaan alamnya.
Kemandirian ekonomi adalah suatu kondisi di mana sebuah negara dapat memenuhi kebutuhan ekonominya sendiri tanpa terlalu bergantung pada impor dari negara lain. Dan di tengah dinamika ekonomi global, Indonesia berusaha untuk meningkatkan kemandirian ekonominya.
Hal tersebut kembali ditekankan oleh Cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka saat menyampaikan pidato politik dalam acara Suara Muda Indonesia untuk Prabowo-Gibran di Jakarta, Sabtu (27/1/2024).
Pada kesempatan tersebut, Gibran Rakabuming Raka menjelaskan bila Bangsa Indonesia kita memiliki momentum untuk dapat melompat jauh menjadi lebih maju, lebih beradaulat, lebih kuat, dan memenangkan persaingan ke depan. Syaratnya, kita sebagai warga negara harus mampu saling mendukung dan saling bekerja sama sebagai sebuah bangsa.
Ketua Dewan Pembina Barisan Pemuda Bersama Gibran (BAPER), Ir. Muhammad Lutfi Setiabudi, ST, MT, MM, IPM mengatakan bila argumen Gibran Rakabuming Raka terkait kemandirian ekonomi Indonesia merupakan suatu hal yang realistis untuk diwujudkan.
Memang, lanjut Muhammad Lutfi Setiabudi, ada sejumlah tantangan menuju kemandirian ekonomi seperti Indonesia yang masih harus melakukan pemerataan infrastruktur hingga tergantung pada ekspor komoditas tertentu seperti minyak, gas alam, dan produk pertanian.
Di tengah sejumlah tantangan tersebut, gerakan moral Pemilu Damai Pemilih Pandai atau #PDPP hadir untuk mengajak generasi muda, baik milenial maupun Generasi Z menjawab tantangan yang ada.
Sebab ada sejumlah langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia misalnya diversifikasi ekonomi dengan mengembangkan sektor-sektor industri bernilai tambah, seperti manufaktur, teknologi, dan jasa, untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas.
Indonesia haruslah mengembangkan ekonomi hijau, ekonomi biru, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital untuk menciptakan ekonomi baru. Sebab inovasi teknologi saat ini telah memungkinkan semua profesi baik itu petani, nelayan, perajin, pekerja pabrik, hingga pengusaha UMKM untuk menjalankan pekerjaannya secara lebih smart dan lebih produktif.
Baca Juga: KPU Jakarta Barat Targetkan Pelipatan Surat Suara DPR Dapil 3 Rampung 5-6 Hari
"Ini adalah kesempatan besar dan harus terus dimanfaatkan agar ekonomi rakyat semakin pesat dan meningkat," tegas Muhammad Lutfi Setiabudi.
Selain itu, keberhasilan kemandirian ekonomi juga memerlukan infrastruktur yang memadai. Percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk jalan, pelabuhan, dan listrik, akan meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan sektor-sektor ekonomi kunci.
Dan yang tak kalah penting, gerakan moral Pemilu Damai Pemilih Pandai atau #PDPP juga harus paham bila kemandirian ekonomi mencakup kemampuan untuk memproduksi dan mengembangkan teknologi. Hal tersebut perlu menjadi perhatian karena Indonesia masih sangat bergantung pada impor teknologi tinggi, sehingga pengembangan sumber daya manusia dan industri teknologi nasional sangat penting.
"Karenanya, investasi dalam riset dan inovasi menjadi kunci untuk mengembangkan industri-industri berbasis pengetahuan. Perlu adanya dorongan untuk penelitian dan pengembangan dalam berbagai sektor," jelas Muhammad Lutfi Setiabudi.
Tak hanya itu, investasi dalam pendidikan dan pelatihan juga berguna untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan mampu bersaing dalam pasar kerja global. Sebab milenial dan Generasi Z adalah kunci keberhasilan Indonesia di masa depan dan karenanya fokus pengembangan generasi muda menjadi krusial.
Khusus untuk anak muda yang ingin berusaha, Gibran Rakabuming Raka menjanjikan sejumlah dukungan, salah satunya adalah 'Kredit Startup Milenial' yang akan menjadi salah satu solusi pemodalan bagi anak muda masa kini.
Berita Terkait
-
Polda Metro Jaya Catat 53 TPS Pemilu Masuk Kategori Sangat Rawan
-
Amankan TPS Pemilu, Polda Metro Jaya Bersiap Sebar Belasan Ribu Personel Ke 13 Polres
-
Bersiap Layani Caleg Gagal, Pemkot Jakpus Siagakan Layanan Faskes Jiwa Di Puskesmas Dan Rumah Sakit
-
Ringankan Beban Warga, Relawan Prabowo-Gibran Gelar Bazar Sembako Murah Di Taman Sari
-
Pemilih Pandai Memiliki Jiwa Entrepreneur dan Kreativitas yang Tinggi
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas
-
Ada Potensi Kerugian Negara Rp104 Triliun, DPR Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut
-
Kampanye Indonesia Asri dan Universitas Indonesia Gagas Implementasi Circular Campus
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal