SuaraJakarta.id - Keberuntungan bisa datang kapan saja. Begitulah yang dirasakan Sariati, seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Desa Wonorejo, Kecamatan Wates. Pertemuan dengan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan harapan bagi anaknya yang ingin bersekolah hingga perguruan tinggi.
Sariati merupakan penerima bantuan langsung tunai (BLT) untuk pengembangan usaha dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Penyerahan bantuan yang dihadiri bupati itu dilakukan di Pendopo Kecamatan Wates, Kamis (30/5/2024).
Dalam momen tersebut, Sariati menceritakan anak perempuannya yang bersekolah di SMA Dharma Wanita 1 Pare boarding school. Sekolah gratis yang diinisiasi Bupati Hanindhito Himawan Pramana itu diakui sangat membantu bagi warga kurang mampu untuk bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
"Anak saya di sana, ini masuk tahun kedua. Tahun kemarin lomba matematika dapat medali perak," cerita Sariati di hadapan Mas Dhito, sapaan akrab bupati Kediri.
Sebagai warga Kabupaten Kediri, Sariati bersyukur berdirinya sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu tersebut. Karena sekolah itu juga memiliki program tukar menukar pelajar ke luar negeri, termasuk beasiswa sampai perguruan tinggi.
"Harapannya bisa sampai kuliah, anak saya pingin bisa kuliah untuk mengangkat derajat orang tua," akunya.
Melihat keinginan anaknya, Sariati mengungkapkan pesannya kepada anaknya supaya lebih giat belajar dan banyak berdoa.
"Anak saya sangat giat belajar, saya suruh riyadhoh, jalur langit supaya terwujud keinginannya mendapatkan beasiswa dari Mas Dhito," tambah Sariati.
Mendengar cerita warganya itu, Mas Dhito menyatakan pihaknya akan membantu sekolah anak Sariati hingga ke perguruan tinggi. Menurut Mas Dhito, untuk melanjutkan kuliah tidak harus ke luar negeri.
Baca Juga: Kediri Bersholawat, Zahir Mania dan Warga Berebut Selfie dengan Mas Dhito
"Nanti saya akan bantu untuk kuliah, tidak harus ke luar negeri, tapi kalau nanti ada rejeki untuk bisa berangkat ke luar itu suatu hal yang lain lagi. Tapi paling tidak saya jamin anak ibuk akan kuliah," jawab Mas Dhito.
Sebagaimana diketahui, Mas Dhito yang menjabat sebagai bupati Kediri sejak 2021, akan berakhir jabatannya akhir tahun ini. Pada Pilkada 2024, dirinya menjadi salah satu bakal calon yang akan kembali maju mencalonkan sebagai bupati Kediri untuk melanjutkan periode kedua.
"Saya jadi atau tidak jadi bupati, saya tetap akan kuliahkan anak ibu," janji Mas Dhito.
Jawaban Mas Dhito itu pun langsung disambut syukur dan tepuk tangan. Dengan program pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga, banyak yang berharap dan mendoakan supaya bupati muda itu bisa terus memimpin Kabupaten Kediri di periode keduanya.
Berita Terkait
-
Mas Dhito Ingatkan Desa Perihal Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah
-
Tegas, Mas Dhito Bakal Tertibkan Truk Pasir Over Tonase
-
Dukung Pemuktahiran Data, 344 Petugas IT Desa di Kabupaten Kediri Ikuti Sosialisasi SIKS-NG
-
Dukung Pelestarian Bela Diri Pencak Dor, Ini Pesan Bupati Dhito Bagi Pemuda Kediri
-
Mas Dhito Fasilitasi Pengobatan Bocah Mengidap Tumor di Kediri
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar