SuaraJakarta.id - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan angkat bicara soal desakan DPRD Jakarta untuk penambahan jumlah pos pemadam di Jakarta. Ia mengakui hal itu memang perlu segera dilakukan.
Saat ini, jumlah pos pemadam di Jakarta baru berjumlah 170 bangunan. Idealnya, setiap kelurahan di Jakarta minimal memiliki satu pos pemadam. Tercatat, Jakarta memiliki 267 kelurahan.
Untuk mengatasi ini, ia mengaku sudah beberapa kali mengajukan penambahan anggaran. Namun, hingga tahun ini, pengajuan anggaran tersebut belum disetujui oleh DPRD.
"Kita sudah ajukan. Yang acc kan di dewan, bukan di saya. Hak budgeting-nya kan ada di dewan," ujar Satriadi kepada wartawan, Rabu (5/2/2025).
Kekurangan pos dan petugas ini, kata Satriadi, bakal berimbas pada kecepatan dalam menanggulangi kebakaran (respons time) usai menerima laporan peristiwa dari masyarakat.
"Makin banyak pos pemadam kebakaran kita, maka responsnya makin cepat, apalagi Kota Jakarta macet dan segala macam. Maka, dengan pos penyebaran itu, saya yakin frekuensi kebakaran dan kerugiannya pasti bisa kita tahan," imbuhnya.
Untuk mengatasi kondisi ini, Satriadi membentuk relawan kebakaran dari unsur masyarakat. Mereka ikut membantu upaya penanggulangan kebakaran seperti menggulung dan menarik selang saat peristiwa kebakaran, hingga sosialisasi ke masyarakat mengenai pencegahannya.
"Makanya tahun kemarin angka kebakaran turun 13,4 persen. Itu karena ada program kita terkait dengan pengadaan APAR, pembentukan relawan kebakaran, dan sebagainya," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana menyoroti soal masih minimnya pos pemadam kebakaran (damkar) di Jakarta. Padahal, ia menyebut anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI cukup banyak.
Baca Juga: Masih Kekurangan Personel, DKI Jakarta Belum Bisa Tambah Pos Damkar
Karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggunakan anggaran yang sudah diberikan dengan baik. Apalagi di awal tahun 2025 ini telah terjadi sejumlah kejadian kebakaran.
"Pemprov harus memastikan anggaran yang telah disediakan untuk menangani dan menanggulangi kebakaran digunakan sebaik-baiknya, publik akan semakin menuntut keamanan yang lebih tinggi lagi setelah kejadian-kejadian kemarin," ujar William kepada wartawan, Jumat (24/1/2025).
Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2025, DKI Jakarta telah menganggarkan sebanyak lebih dari Rp1,5 triliun untuk Dinas Gulkarmat. Dengan dana sebesar ini, William menilai seharusnya pengadaan petugas bisa dilakukan.
"Jumlah uang yang dianggarkan kemarin tidak sedikit. Seharusnya, itu jadi modal untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama melalui petugas pemadam kebakaran untuk mengantisipasi dan menghadapi kebakaran," sambungnya.
Ia juga mengingatkan Pemprov untuk kembali menggalakan pembangunan pos-pos pemadam kebakaran seantero Jakarta demi sistem keamanan kebakaran yang lebih baik.
"Tidak bisa dipungkiri Jakarta masih kekurangan pos pemadam. Ada beberapa kelurahan yang idealnya punya pos pemadam sendiri belum memilikinya," katanya.
Berita Terkait
-
Masih Kekurangan Personel, DKI Jakarta Belum Bisa Tambah Pos Damkar
-
Kebakaran Rumah di Mangga Besar, 17 Unit Damkar Dikerahkan
-
Gulkarmat Jakarta Belum Bisa Pastikan Penyebab Kebakaran Kemayoran Gempol
-
Gulkarmat dan BPBD Lanjutkan Pencarian Korban Kebakaran Glodok Plaza
-
Gulkarmat Jakarta Timur Kerahkan 40 Personel Tangani Kebakaran di Kantin SMPN 188
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob
-
Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas
-
Pestapora 2026 Hadirkan Ragam Keseruan, Ada Promo dan Hadiah dari BRI
-
Transaksi Rp270 Juta, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles