Scroll untuk membaca artikel
Reky Kalumata
Kamis, 20 Maret 2025 | 18:29 WIB
Terminal Kalideres, Jakarta Barat melakukan "ramp check" terhadap 35 bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) untuk memastikan kesiapan bus mengangkut penumpang lebaran, Kamis (20/3/2025). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

SuaraJakarta.id - Pengelola Terminal Kalideres, Jakarta Barat, melakukan pemeriksaan keselamatan kendaraan (ramp check) terhadap 35 bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) untuk memastikan kesiapan bus mengangkut penumpang Lebaran 2025.

Adapun "ramp check" itu meliputi pemeriksaan kondisi fisik, perlengkapan keselamatan serta kelengkapan administrasi kendaraan bus.

"Jadi kita menargetkan setiap hari itu minimal 35 bus karena pemeriksaan 'ramp check' itu, setiap satu kendaraan itu membutuhkan waktu bisa 20-25 menit," kata Revi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/3/2025) seperti dimuat ANTARA.

Pihaknya menargetkan per hari minimal 35 bus yang diperiksa. Revi memastikan puluhan bus AKAP yang diperiksa sudah layak jalan untuk mengangkut penumpang mudik dalam rangka Idul Fitri 1446 Hijriah.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Cairkan KJP Plus Tahap I tahun 2025

"Sudah layak jalan, tadi puluhan yang diperiksa. Ada beberapa kelengkapan tambahan yang perlu ditambahkan saja," kata Revi.

Revi menyampaikan bahwa pada Rabu (19/3) ada bus AKAP yang tidak diperbolehkan mengangkut penumpang karena tidak lulus "ramp check".

"Kemarin ada satu kendaraan, karena izin surat KIR-nya habis masa berlaku, kita stop operasi, tidak diperbolehkan berangkat. Untuk melakukan uji KIR kembali di pengujian kendaraan bermotor," katanya.

Menurut Revi, "ramp check" terhadap bus AKAP di Terminal Kalideres menyangkut aspek utama dan aspek penunjang.

"Aspek utama itu seperti sistem rem, kemudi, kemudian lampu, roda. Itu dipastikan dalam kondisi laik jalan atau berfungsi semua, karena itu menyangkut aspek keselamatan," kata dia

Baca Juga: Pemkot Jakarta Selatan Temukan MinyaKita Dijual Melebihi HET di Kebayoran Lama

Sementara aspek penunjang seperti alat dongkrak, palu pemecah kaca hingga alat pemadam ringan (APAR). Bus yang tidak layak jalan diperkenankan untuk melakukan evaluasi, seperti melakukan perbaikan (service) dan sejenisnya.

"Kalau tidak layak jalan, menyangkut aspek utama, yang menyangkut aspek keselamatan, itu tidak diperbolehkan diberangkatkan. Harus segera diperbaiki, lebih baik diperbaiki di tempat langsung," katanya.

Terminal Kalideres Dapat Tambahan Bus Transjakarta untuk Lebaran

Terminal Kalideres, Jakarta Barat bakal mendapatkan tambahan layanan 10 bus Transjakarta selama Lebaran 2025.

"Untuk sementara, kita bakal dapat tambahan 10 bus Transjakarta untuk penumpang lebaran," kata Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen saat dihubungi di Jakarta, Rabu seperti dimuat ANTARA

Dengan demikian, kata Revi, akan ada 16 bus Transjakarta yang akan beroperasi untuk mengantarkan penumpang menuju dan dari Terminal Kalideres.

"Kalau yang sudah ada kan enam bus Transjakarta, nanti kalau sudah tambah 10 unit, maka jadi 16 yang akan beroperasi," kata Revi Zulkarnaen

Namun demikian, Terminal Kalideres akan kembali berkoordinasi dengan PT Transjakarta untuk kepastian tambahan layanan bus selama lebaran.

"Segera kita akan koordinasi lagi dengan pihak Transjakarta," kata Revi.

Puncak arus mudik di Terminal Kalideres, Jakarta Barat sendiri diprakirakan terjadi pada 27 Maret 2025.

"Kalau puncak arus mudik di Terminal Kalideres itu biasanya jatuh di H-3 atau H-4 lebaran. Pada 27 Maret bisa tembus 7 ribu penumpang," kata Revi, Jumat (14/3).

Revi meminta para penumpang mudik agar berangkat mudik dari dalam lingkungan terminal Kalideres untuk menjamin keselamatan penumpang.

"Kalau berangkat dari terminal itu kan bus-nya sudah melewati ramp check. Kemudian kita juga sudah ada posko kesehatan dalam terminal," kata Revi.

Penumpang, kata Revi, dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis di terminal mulai 21 April 2025.

"Nanti kita dibantu oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, puskesmas-puskesmas. Jadi pelayanan lebih baik kalau berangkat dari Terminal Kalideres," tutur Revi.

Load More