Namun, penyalahgunaan ganja dapat menimbulkan dampak serius, terutama bagi kesehatan fisik dan mental orang yang mengkonsumsinya.
Penggunaan ganja secara berlebihan atau tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan gangguan kognitif, penurunan daya ingat, dan kesulitan berkonsentrasi.
Pada remaja, konsumsi ganja dikaitkan dengan risiko penurunan IQ dan gangguan perkembangan otak jangka panjang.
Selain itu, ganja juga dapat memicu gangguan psikotik seperti paranoia dan skizofrenia, terutama pada individu dengan riwayat keluarga gangguan mental.
Secara fisik, ganja dapat mengganggu fungsi paru-paru, menyebabkan batuk kronis, dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan.
Efek lain yang kerap muncul ketika mengkonsumsi ganja termasuk detak jantung meningkat secara drastis, yang berisiko bagi penderita penyakit jantung.
Meskipun beberapa pihak berargumen soal manfaat medis ganja, penyalahgunaan tanpa pengawasan dapat merusak kesehatan dan kehidupan sosial pengguna.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami bahaya ganja secara menyeluruh serta mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan ganja, terutama di kalangan remaja dan anak muda. (ANTARA)
Baca Juga: Tangis Minta Susu Berujung Maut, Berikut Kronologi Pembakaran Anak di Tangerang
Berita Terkait
-
Tangis Minta Susu Berujung Maut, Berikut Kronologi Pembakaran Anak di Tangerang
-
Polisi Kejar Pelaku Pembakar Bocah 4 Tahun di Kosambi Tangerang
-
Laporan Dibegal, Pemuda di Tangerang Ternyata Tertembak Pistol Sendiri
-
Detik-detik Pelaku Pembunuhan di Tangerang Terekam CCTV Saat Bawa Jenazah Korban
-
Misteri Jasad Pria dalam Karung Mulai Terungkap! Polisi Bekuk Pembunuh di Tangerang
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Upacara Kemerdekaan di Tapal Batas, Serasan Jadi Pintu Ekonomi Indonesia
-
Tak Perlu Pusing Budget, Ini Solusi Paket Rapat di Jakarta Pusat yang Bisa Sesuaikan Anggaran
-
Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan