2. Menghindari Pesta Pernikahan dan Perayaan Meriah
Jika Anda berencana menikah, leluhur Jawa sangat tidak menyarankan untuk melangsungkannya di bulan Suro, terutama saat malam puncaknya.
Malam 1 Suro dianggap sebagai waktu untuk prihatin atau berduka atas perjalanan hidup setahun ke belakang, bukan untuk bersuka cita.
Menggelar pesta besar seperti pernikahan atau khitanan dianggap menantang kesakralan bulan ini dan dikhawatirkan akan membawa nasib buruk bagi acara tersebut.
Inilah mengapa kalender Jawa menjadi sangat penting bagi mereka yang masih memegang teguh tradisi dalam menentukan "hari baik".
3. Tidak Berkata Kasar, Bergunjing, atau Berpikir Negatif
Inilah pantangan yang relevansinya sangat terasa hingga kini. Pada malam yang dianggap penuh energi spiritual, setiap ucapan dan pikiran diyakini memiliki kekuatan yang lebih besar.
Berkata kasar, mengumpat, bergunjing, atau bahkan sekadar memendam pikiran buruk dianggap dapat menjadi "doa" yang terkabul dalam bentuk negatif.
Larangan ini pada dasarnya adalah latihan pengendalian diri. Dengan menjaga lisan dan pikiran, kita diajak untuk membersihkan hati dan memulai tahun yang baru dengan niat yang suci.
Baca Juga: Harapan Mas Dhito: Kontingen Kabupaten Kediri Masuk 5 Besar Porprov 2025
Ini sejalan dengan konsep mindfulness yang sedang tren di kalangan anak muda saat ini.
4. Dilarang Pindah Rumah
Mencari hari baik untuk pindah rumah adalah bagian penting dalam budaya Jawa.
Bulan Suro, khususnya malam 1 Suro, termasuk dalam kategori "hari yang tidak baik" untuk aktivitas besar seperti memulai hidup di tempat baru.
Diyakini, pindah rumah pada waktu ini dapat membawa energi kurang harmonis ke dalam hunian baru, yang berakibat pada ketidaktenangan penghuninya.
5. Tidak Membuat Keributan dan Menjaga Ketenangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
PT Bukit Muria Jaya Dukung Keberlanjutan Lingkungan Melalui Pembangunan PLTS
-
BRI Group Perkuat Daya Saing Global dengan Enam Penghargaan di 2026
-
BUMD DKI Jakarta Salurkan Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
-
Bishop Joshua Tewuh Pimpin PEMKRIS, Perkuat Persatuan Tokoh Kristen
-
BRI Bersama Pegadaian Bangun Ekosistem Emas dari Hulu Hingga Hilir