SuaraJakarta.id - Pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Kabah (GPK) diminta untuk mamastikan soal trasformasi pemuda tak boleh hanya sekedar selogan. Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas atau Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono pada Rapimnas III GPK.
Mardiono meminta kader GPK tampil sebagai pelopor inovasi, mandiri, dan berkarya nyata yang berdampak bagi sekitar. Hal tersebut diungkapkan
Rapimnas III GPK bertema 'Transformasi Pemuda Kabah untuk PPP Bermartabat' itu digelar di Hotel Le Semar, Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
"Transformasi Pemuda Kabah bukan sekadar slogan. Generasi muda PPP harus menjadi inovator, mandiri, dan berkarya nyata," kata Mardiono, Sabtu malam 5 Juli 2025.
Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Mardiono mengajak para pemuda untuk mendukung program asta cita Presiden Prabowo Subianto.
Salah satunya agar para pemuda hadir dan berperan dalam memastikan ketersediaan, akses, dan stabilitas pangan nasional.
"Ada beberapa peran strategis bagi pemuda yang dapat dilakukan, seperti sebagai inovator pertanian modern, wirausahawan pangan yang menambah nilai produk lokal," kata Mardiono di hadapan para peserta Rapimnas GPK
"Kemudian penyuluh dan edukator untuk petani, serta sebagai penggerak komunitas tani muda-mengorganisir koperasi petani untuk memperkuat jaringan distribusi, akses modal, dan informasi pasar," imbuhnya.
Pada kesempatan ini, Mardiono juga menyerukan semangat persatuan dengan meminta kader PPP bersatu, merapatkan barisan, dan setia pada amanah pendiri partai.
Baca Juga: Sambangi Pedalaman Lebak, Mardiono Singgung Ketahanan Pangan di Banten Selatan
"Sebagai kader muda yang tangguh, pengurus dan kader PPP di seluruh Indonesia harus berjuang dan terus berkarya di masyarakat," pesannya.
"Tidak hanya di kancah politik, tetapi turut serta dalam bidang ekonomi, teknologi, dan pembangunan. Mari kita jaga dan rawat PPP agar selalu hadir di tengah umat," tutup Mardiono.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Sambangi Pedalaman Lebak, Mardiono Singgung Ketahanan Pangan di Banten Selatan
-
Kunjungi Peneliti Bibit Padi dan Kedelai Unggul di Banten, Mardiono Optimis Wujudkan Swasembada Pangan
-
Optimis DPW DKI Jakarta Capai Target Di Pemilu 2024, Mardiono: Insyaallah Masyarakat Betawi Masih Cinta PPP
-
Islah PPP, Mardiono Teleponan dengan Suharso Monoarfa, Segera Ketemuan
-
Bantah Terjadi Perpecahan, Plt Ketum PPP: Partai Ingin Suharso Fokus sebagai Menteri PPN
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Jangan Kredit Mobil Dulu, Hitung-hitungan Ini Membuat Banyak Warga Jakarta Berubah Pikiran
-
Jangan Datang Setelah Jam 6 Pagi, Rahasia Menemukan Kemeja Mewah Rp50 Ribuan di Pasar Senen
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di GBK: Kenapa Kini Lebih Banyak Dilirik daripada Brand Luar?