- Kawasan PIK menjadi magnet wisatawan utama Jakarta menjelang Natal dan Tahun Baru, menarik pelancong domestik dan mancanegara.
- Libur Nataru menunjukkan peningkatan signifikan kunjungan wisatawan yang menjadikan Jakarta titik transit strategis perjalanan singkat.
- Pramono Anung mencatat arus pergerakan warga Nataru berbeda dengan Idulfitri, di mana wisatawan cenderung berlibur dan berbelanja di Jakarta.
SuaraJakarta.id - Pemprov DKI Jakarta menilai kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) kini menjadi salah satu magnet utama wisatawan yang datang ke Ibu Kota, terutama menjelang liburan Natal dan Tahun Baru.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut pergerakan wisatawan pada periode ini menunjukkan pola baru yang semakin menguatkan posisi Jakarta sebagai destinasi rekreasi dan belanja.
Pramono mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat jelang akhir tahun selalu menjadi tantangan bagi Jakarta, terutama dalam urusan lalu lintas dan arus keluar masuk penduduk.
Ia menyebut libur panjang membuat pergerakan warga meningkat drastis.
“Pasti nanti akan terjadi kenaikan lalu lintas orang, karena akan libur panjang, pulang kampung, dan masuk Jakarta,” tutur Pramono.
Menurutnya, libur Natal dan Tahun Baru juga menjadi momentum berbeda bagi Jakarta jika dibandingkan masa libur Idulfitri.
Pada periode Lebaran, banyak warga justru meninggalkan Ibu Kota dan membelanjakan uang di kampung halaman. Namun pada Nataru, arus pergerakan justru berbalik arah.
“Kalau Idulfitri orang ke daerah spend uang untuk keluarganya dan sebagainya, kalau Natal sebenarnya mereka lebih banyak datang ke Jakarta untuk berlibur, belanja,” jelasnya.
Pramono mengatakan data menunjukkan adanya lonjakan kunjungan wisatawan yang cukup mencolok. Ia bahkan mengaku terkejut dengan pola perjalanan wisatawan yang kini menjadikan Jakarta sebagai titik transit strategis. “Termasuk yang sekarang ini, yang saya juga kaget adalah terjadi peningkatan signifikan turis yang datang ke Jakarta,” ujarnya.
Baca Juga: Bakar Sampah di Jakarta? Siap-Siap Wajahmu Mejeng di Medsos
Ia menjelaskan wisatawan mancanegara kini menjadikan Jakarta sebagai titik awal untuk menikmati perjalanan singkat ke wilayah lain sebelum kembali pulang ke negara asal.
“Begitu sampai di Jakarta, sehari-dua hari nginep Jakarta, makan di Thamrin City, besoknya naik Whoosh ke Bandung, belanja-belanja di Bandung, kemudian balik Jakarta, besoknya baru pulang apakah itu ke Singapura maupun Kuala Lumpur dan sebagainya,” ujar Pramono.
Ia menambahkan pola ini juga terlihat pada wisatawan asal Tiongkok. “Termasuk ke China Daratan, dan inilah yang naik secara signifikan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pramono menyoroti tren wisatawan yang memanfaatkan akhir pekan untuk menghabiskan waktu di kawasan PIK 2. Menurutnya, area tersebut kini berkembang sebagai pusat hiburan terpadu yang menarik minat pelancong domestik maupun mancanegara.
“Mereka datang ke Jakarta menghabiskan waktu Jumat-Sabtu-Minggunya di PIK 2,” ucap Pramono.
Ia menilai perkembangan pesat kawasan tersebut menjadikannya salah satu pusat hiburan terbesar di Jakarta saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Cek Fakta: Viral Video Prabowo Tanggapi Demo MBG, Benarkah Direkam Usai Aksi Mahasiswa?
-
Sewa Kantor Jakarta Selatan: Solusi Ruang Kerja GoWork
-
Bukan Sekadar Macet, Akar Polusi Jakarta Disebut Berasal dari Sistem Energi
-
Bagian dari CSR, BRI Peduli Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Puluhan Purna PMI di Cirebon
-
Man Aur Tan Hadirkan Kuliner India Autentik, Lebih Praktis via GoFood dari Manhattan Hotel Jakarta