- Sinkhole di Nagari Situjuah Batua menjadi wisata dadakan karena airnya dipercaya berkhasiat menyembuhkan penyakit oleh warga.
- Kementerian ESDM menyatakan sinkhole tersebut adalah tipe *cover-collapse* akibat runtuhnya rongga batu gamping tertutup lapisan tanah.
- ESDM merekomendasikan pembatasan akses di sekitar lokasi karena adanya risiko amblesan susulan dan bahaya kesehatan air tersebut.
SuaraJakarta.id - Fenomena sinkhole atau lubang raksasa berisi air jernih kebiruan di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat terus menyedot perhatian publik. Setelah viral di media sosial, lokasi ini berubah menjadi wisata dadakan.
Setiap hari, warga berdatangan, bahkan mengambil airnya karena dipercaya berkhasiat menyembuhkan penyakit.
Namun di balik keyakinan tersebut, Kementerian ESDM melalui Badan Geologi di website: https://geologi.esdm.go.id/ memberikan penjelasan ilmiah yang jauh dari kesan “air ajaib”.
Air jernih di dalam sinkhole justru menjadi penanda proses geologi berbahaya yang tak bisa dipandang remeh.
Menurut penjelasan teknis ESDM, sinkhole di lokasi ini termasuk tipe cover-collapse sinkhole, yaitu runtuhan mendadak akibat rongga di batu gamping (karst) yang tertutup lapisan tanah alluvial atau endapan gunung api.
Dari foto lapangan, bentuknya berupa sumuran vertikal, tanpa tanda amblesan bertahap.
Mekanisme utamanya adalah pelepasan butir tanah (ravelling) yang dipercepat erosi buluh (piping)—kondisi yang semakin cepat terjadi saat hujan ekstrem. Artinya, tanah di atas rongga bawah tanah bisa runtuh tanpa peringatan.
ESDM menjelaskan, air hujan dan air tanah bergerak ke bawah melalui pori dan rekahan batuan karbonat. Proses pelarutan kimia pada batugamping memperluas rongga bawah tanah selama waktu yang panjang—sering kali tak terlihat dari permukaan karena tertutup tanah dan material vulkanik.
Ketika rongga melewati ambang stabilitas geomekanik, langit-langitnya ambruk secara tiba-tiba. Genangan air di dasar sinkhole menandakan hubungan dengan saluran air bawah tanah. Perubahan muka air tanah dan tekanan hidrostatis dapat mempercepat amblesan struktural.
Baca Juga: Cek Fakta: Viral Menag RI Sebut Dua Juta Umat Muslim Murtad Tiap Tahun, Ini Faktanya!
Secara ilmiah, kejernihan air tidak berarti aman atau berkhasiat. Air pada sistem karst bisa mengandung mineral terlarut atau kontaminan tertentu. ESDM menegaskan, belum ada dasar ilmiah yang menyatakan air sinkhole aman dikonsumsi, apalagi sebagai obat.
Selain risiko kesehatan, risiko keselamatan jauh lebih besar: area sekitar lubang berpotensi melebar atau runtuh, terutama jika terus diinjak banyak orang.
Berdasarkan Peta Geologi Teknik Kabupaten Limapuluh Kota, lapisan tanah penyusun di lokasi berupa lanau pasiran, pasir lanauan dengan plastisitas tinggi dan kepadatan bervariasi. Di bawahnya diperkirakan terdapat batugamping Formasi Kuantan (PCkl) yang telah mengalami karstifikasi, membentuk rongga dan sungai bawah tanah, kombinasi yang rawan sinkhole.
Rekomendasi ESDM: Jangan Didekati, Jangan Ditimbun Sembarangan
Rekomendasi non-teknis ESDM menekankan:
- Pembatasan akses dan aktivitas di sekitar sinkhole karena potensi perluasan.
- Sosialisasi dan edukasi bahaya karst, termasuk kewaspadaan jika terdengar suara gemuruh bawah tanah atau muncul retakan baru, terutama saat musim hujan.
Sementara rekomendasi geologi teknik menyebut:
Tag
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral Menag RI Sebut Dua Juta Umat Muslim Murtad Tiap Tahun, Ini Faktanya!
-
Cek Fakta: Klaim Presiden Sementara Venezuela Tegaskan Bakal Lawan AS, Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Viral Klaim Purbaya Desak Prabowo Sahkan RUU Perampasan Aset, Benarkah?
-
Cek Fakta: Malaysia Sebut Pemerintahan Prabowo Seperti Penindasan Pemimpin Yahudi, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral Bahlil Dipecat karena Bohongi Prabowo Soal Kondisi Listrik di Aceh, Benarkah?
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa