- Sebuah video viral mengklaim media Malaysia mengecam pemerintahan Prabowo, menyamakannya dengan penindasan pemimpin Yahudi Zionis.
- Verifikasi menunjukkan video tersebut adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas lebih dari 90%.
- Klaim mengenai kritik media Malaysia terhadap penanganan bencana oleh pemerintahan Prabowo terbukti tidak berdasar.
SuaraJakarta.id - Sebuah video yang kini viral di media sosial mengklaim bahwa media di Malaysia mengecam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menyatakan rezimnya “tidak beda dengan penindasan pemimpin Yahudi Zionis.”
Akun Facebook “Iya Chiqiyara” pada Minggu (21/12/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi
:“KETIKA JERITAN KELAPARAN SEMAKIN TENGGELAM DALAM DEBU BENCANA PEMIMPIN PULA SANGGUP MEMILIH UNTUK MENOLAK BANTUAN LUAR TANPA BELAH IHSAN ITU BUKAN KEDAULATAN ITU KEZALIMAN BONGKAK DAN ANGKUH DEMIKIAN TEGURAN PEDAS SEORANG PEMERHATI MENYIFATKAN KEPIMPINAN INDONESIA DARI DAHULU DAN HARI INI YANG DIKEMUDI PRABOWO SUBIANTO SEBAGAI TIDAK JAUH BEZA DENGAN PENINDASAN PEMIMPIN YAHUDI ZIONIS NAMUN TERHADAP RAKYATNYA SENDIRI”
Unggahan disertai takarir:
“VIRAL!! TV Malaysia kritik pemerintahan prabowo “Pemerintahan prabowo tidak beza dengan penindasan pemimpin YAHUDI ZIONIS” Sebuah tayangan televisi Malaysia menyoroti dan mengkritik kinerja Prabowo Subianto dalam menangani bencana alam di wilayah Sumatera, Kritik tersebut menilai respons pemerintah Indonesia dinilai kurang sigap dan efektif, sehingga memicu perbincangan luas di media sosial. Sejumlah warganet Indonesia pun merespons keras sorotan tersebut dengan menyebut kondisi ini sebagai “titik terendah Indonesia”, sekaligus mencerminkan kekecewaan publik terhadap penanganan bencana yang dinilai belum maksimal”
Per Rabu (7/1/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 7.300-an tanda suka dan 1.000-an komentar.
Namun sebelum Anda percaya atau ikut menyebarkannya, penting untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena klaim ini ternyata tidak benar dan menyesatkan.
Unggahan viral menyebut bahwa tayangan televisi Malaysia menayangkan kritik tajam terhadap pemerintahan Prabowo, menyeret isu penanganan bencana alam dan membandingkannya dengan rezim penindasan ala “pemimpin Yahudi Zionis.”
Narasi ini ditulis seakan merupakan kutipan resmi dari media Malaysia, lengkap dengan potongan video dan teks provokatif yang memperkuat klaimnya.
Baca Juga: Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
Setelah dilakukan verifikasi oleh tim pemeriksa fakta TurnBackHoax.ID / Mafindo, klaim tersebut tidak didukung oleh bukti kuat:
- Analisis konten menunjukkan video yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas mencapai lebih dari 90 %. Artinya visual dan audio dalam video tidak mewakili rekaman asli dari media manapun.
- Pencarian lanjutan di sumber kredibel tidak menemukan pernyataan media Malaysia yang menyatakan hal tersebut. Faktanya, salah satu artikel berita mencatat ada kejadian berbeda yang melibatkan kritik terhadap salah sebut nama Presiden RI dalam forum ASEAN, tetapi tidak bermuatan tuduhan ekstrem seperti yang ditampilkan dalam unggahan viral.
- Tidak ada pemberitaan dari media internasional atau media Malaysia yang kredibel yang menguatkan klaim tersebut, menunjukkan narasi unggahan itu tidak berdasar dan tidak terjadi. TurnBackHoax.ID
Kesimpulan: Hoaks / Konten Palsu
Klaim bahwa media Malaysia menyebut pemerintahan Prabowo “seperti penindasan pemimpin Yahudi Zionis” adalah SALAH dan menyesatkan.
Konten itu adalah hasil rekayasa AI (fabricated content) dan tidak pernah dirilis oleh stasiun televisi Malaysia atau media internasional yang kredibel.
Mengapa Klaim Ini Menyesatkan?
Unggahan seperti ini memanfaatkan:
- Isu sensitif internasional untuk memancing reaksi emosional netizen.
- Rekayasa video AI sehingga terlihat seolah nyata.
- Narasi provokatif tanpa sumber resmi atau klarifikasi.
- Akibatnya, publik bisa salah menilai hubungan antarnegara atau respons media luar negeri terhadap kebijakan pemerintah Indonesia.
Tips Cek Fakta Sebelum Share
Sebelum membagikan ulang video yang kontroversial:
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Viral Menteri Bahlil Minta PLN Menaikkan Harga Token Listrik 2026, Benarkah?
-
Cek Fakta: Link Tautan Pendaftaran Internet Rakyat Gratis 3 Bulan 100 Mbps, Benarkah?
-
Cek Fakta: Klaim Wapres Gibran Promosikan Program Motor Murah, Ternyata Penipuan!
-
Cek Fakta: Viral Klaim Akuarium Raksasa Pecah di Mall Bandung, Benarkah?
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar