- Presiden Jokowi membenarkan pertemuan dengan tersangka ijazah palsu, Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis, pada 8 Januari 2026 di Solo.
- Pertemuan tersebut diakui Jokowi sebagai kunjungan silaturahmi dan klarifikasi pribadi, bukan intervensi proses hukum.
- Jokowi menegaskan proses hukum kasus tersebut tetap berjalan independen dan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
SuaraJakarta.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara soal pertemuan yang selama ini jadi buah bibir publik, yakni pertemuannya dengan dua tersangka kasus dugaan ijazah palsu di Solo, Jawa Tengah. Dalam keterangannya kepada wartawan, Jokowi menyebut pertemuan itu memang terjadi.
Jokowi mengatakan bahwa pada 8 Januari 2026, ia menerima kunjungan dua tersangka kasus ijazah palsu, yaitu Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis, di rumah dinasnya di Solo. Pertemuan ini berlangsung tertutup dan terbatas.
Kepada wartawan, Jokowi menyatakan bahwa kedatangan kedua tersangka dimaksudkan sebagai silaturahmi dan klarifikasi langsung, bukan untuk campur tangan dalam proses hukum yang sedang berjalan.
“Mereka datang sebagai bagian dari silaturahmi. Saya mendengarkan apa yang mereka sampaikan, tapi urusan hukum tetap di tangan aparat penegak hukum,” kata Jokowi.
Jokowi menegaskan bahwa proses hukum bagi kedua tersangka tetap berjalan sesuai aturan, dan dirinya tidak memberikan arahan atau tekanan apapun kepada penegak hukum terkait kasus itu.
Meski pertemuan itu kemudian menjadi bahan spekulasi, terutama soal potensi intervensi hukum, Jokowi menolak keras anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa:
Pertemuan dilakukan secara pribadi, bukan sebagai perintah pemerintah atau upaya penghentian kasus.
Tidak ada intruksi atau intervensi hukum yang diberikan kepada penyidik atau Penegak Hukum.
Jokowi tetap menghormati kewenangan penuh aparat penegak hukum untuk menangani perkara sesuai aturan.
“Kalau sudah masuk ranah hukum, biarkan aparat bekerja. Saya tidak pernah mencampuri dan tetap menghormati independensi hukum,” ujar Jokowi.
Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Jokowi Berharap Tak Dipenjara Jika Ijazahnya Palsu?
Jokowi turut mengajak masyarakat untuk tidak terpancing spekulasi berlebihan terkait isu yang sangat sensitif ini. Ia menekankan bahwa detail proses hukum tetap merupakan domain aparat penegak hukum, dan pertemuan itu tidak mengubah jalannya proses tersebut.
Pertemuan Jokowi dengan dua tersangka kasus ijazah palsu benar terjadi, namun dilakukan dalam konteks silaturahmi dan dialog pribadi.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Benarkah Jokowi Berharap Tak Dipenjara Jika Ijazahnya Palsu?
-
Cek Fakta: Hakim PN Surakarta Tegaskan Ijazah Jokowi Palsu, Begini Faktanya
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Benarkah BRIN Tunjuk Joko Widodo Jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana?
-
Polda Metro Tetapkan Roy Suryo Cs Tersangka, Ketua Umum MUI Buka Suara
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi dan Pentas Seni untuk Peringati Hari Anak Nasional
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Jelang Muktamar PBNU, Menkeu Purbaya Sowan ke Gus Yahya, Ada Apa?
-
Hexnode Tunjuk Ingram Micro sebagai Distributor Resmi Solusi Endpoint Management di Indonesia
-
BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek