- Seorang petugas pembersih kaca terombang-ambing di Surabaya Barat saat terjadi hujan dan angin kencang pukul 14.23 WIB.
- Gondola berguncang hebat, namun petugas selamat karena menggunakan tali pengaman (safety harness) yang terpasang.
- Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya turun tangan mengevakuasi petugas setelah insiden ini menyoroti risiko pekerjaan ketinggian.
SuaraJakarta.id - Sebuah video menegangkan mendadak viral di media sosial. Seorang petugas pembersih kaca terlihat terombang-ambing di atas gondola di ketinggian sebuah apartemen kawasan Surabaya Barat saat hujan deras dan angin kencang melanda. Berikut lima fakta penting dari peristiwa yang bikin jantung berdebar itu.
1. Terjadi Saat Hujan Deras dan Angin Kencang
Insiden berlangsung pada siang hari sekitar pukul 14.23 WIB di kawasan Jalan Pakuwon Indah, Surabaya. Saat itu cuaca dilaporkan memburuk dengan hujan deras disertai angin kencang, yang diduga menjadi pemicu utama gondola bergoyang tak terkendali.
2. Gondola Berguncang Hebat di Ketinggian
Dalam video yang beredar, gondola terlihat berayun keras ke kiri dan kanan. Petugas yang berada di atasnya beberapa kali tampak terpental dan membentur dinding gedung. Ketinggian yang cukup ekstrem membuat momen tersebut terasa sangat menegangkan bagi siapa pun yang menyaksikan.
3. Safety Harness Jadi Penyelamat
Beruntung, petugas menggunakan tali pengaman (safety harness) yang terpasang pada sistem gondola. Tali inilah yang mencegahnya terjatuh saat platform berguncang hebat diterpa angin.
4. Tim Damkar Turun Tangan
Laporan kejadian langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya. Tim dari Pos Wiyung dan unit pusat diterjunkan untuk melakukan penanganan dan memastikan situasi dapat dikendalikan dengan aman.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 2 Maret 2026: Catat Waktu Maghrib & Doanya
5. Risiko Pekerjaan di Ketinggian Kembali Disorot
Peristiwa ini kembali membuka mata publik tentang tingginya risiko pekerjaan pembersih kaca gedung bertingkat. Faktor cuaca menjadi variabel krusial yang harus diperhitungkan sebelum aktivitas dilakukan. Banyak warganet mengaku merinding melihat video tersebut dan berharap ada evaluasi prosedur keselamatan kerja di lapangan.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja di ketinggian tidak bisa ditawar. Standar operasional, pemantauan cuaca, serta perlengkapan keamanan wajib menjadi prioritas utama sebelum pekerjaan dimulai.
Tag
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral Klaim Ahok Bagi-Bagi Bantuan Modal Usaha, Benarkah?
-
Cek Fakta: Tautan Penghapusan Utang Pinjol dari OJK yang Viral, Ini Faktanya!
-
Cek Fakta: Viral Wali Kota Madiun Maidi Serahkan Rp800 Juta ke Jokowi, Ini Faktanya
-
Bos Persija Bersyukur Laga Lawan Persebaya dan Semen Padang Bisa Dihadiri Penonton
-
3 Penyerang Asing yang Terancam Ditendang Klubnya pada Putaran Kedua Liga 1 2023, Ada Sriker Persija Jakarta
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa