- Klaim bahwa Presiden Prabowo Subianto menjual laut dan hutan Aceh-Sumatra kepada Inggris telah diverifikasi sebagai berita tidak benar.
- Tidak ditemukan dokumen resmi pemerintah atau pernyataan kredibel mengenai penjualan kawasan laut dan hutan Sumatra kepada Inggris.
- Penyebaran informasi menyesatkan ini terjadi melalui media sosial tanpa disertai sumber atau rujukan kebijakan yang sah.
SuaraJakarta.id - Sebuah klaim yang saat ini ramai dibagikan di media sosial menyebutkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah “menjual” kawasan laut dan hutan di Aceh dan Sumatra ke Inggris.
Unggahan yang beredar memperlihatkan foto dan narasi yang sensasional seolah-olah Prabowo melakukan tindakan besar ini untuk kepentingan pribadi atau luar negeri. Tapi sebelum kamu percaya atau menyebarkan lebih luas, simak dulu hasil cek fakta berikut ini, karena klaim tersebut tidak benar.
Akun Facebook “Dek Nur” pada Minggu (25/1/2025) mengunggah foto [arsip] disertai narasi :
“Prabowo Jual Laut dan Hutan Aceh-Sumatera Ke Inggris Rp 90 Triliun, Sekror Apa Saja.”
Hingga Rabu (28/1/2026) unggahan tersebut disukai 127, dan menuai 163 komentar.
Unggahan yang mirip juga disebarkan tanpa tautan ke sumber resmi atau dokumen kebijakan pemerintah sehingga cepat menyebar di antara pengguna media sosial.
Hasil Cek Fakta
Klaim bahwa Prabowo menjual laut dan hutan Aceh-Sumatra ke Inggris adalah salah dan tidak berdasar.
Tidak ada bukti kredibel atau pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia yang mendukung narasi itu.
Fakta Sebenarnya
Baca Juga: Cek Fakta: Pesawat Raksasa Milik Rusia Datang ke Aceh Membawa Bantuan, Ini Faktanya
1. Tidak Ada Pernyataan Resmi Pemerintah
Hingga kini, tidak ditemukan pengumuman, dokumen, atau pernyataan dari pemerintah Indonesia, Presiden, atau Kementerian/Lembaga terkait yang menyatakan bahwa kawasan laut atau hutan Aceh dan Sumatra dijual ke Inggris atau negara lain. Semua klaim ini hanya muncul sebagai teks atau unggahan di media sosial tanpa referensi resmi.
2. Foto dan Narasi Tidak Jelas Sumbernya
Unggahan yang beredar biasanya hanya menampilkan foto dan teks yang tidak menyertakan konteks, sumber, atau tanggal. Klaim semacam ini merupakan bentuk konten yang menyesatkan karena tidak ada tautan ke dokumen resmi pemerintah atau penjelasan kebijakan yang sah.
3. Tidak Ada Laporan Media Arus Utama
Media arus utama yang kredibel maupun lembaga berita resmi tidak pernah memberitakan soal penjualan laut atau hutan Indonesia ke Inggris. Bila ada kebijakan besar seperti itu, biasanya akan dipublikasikan melalui saluran resmi dan media arus utama — tetapi tidak satupun menunjukkan bukti keberadaan isu tersebut.
Klaim bahwa Prabowo Subianto menjual laut dan hutan Aceh-Sumatra ke Inggris adalah SALAH dan menyesatkan.
Klaim ini tidak memiliki dasar fakta yang kuat, tidak disampaikan oleh pemerintah, dan tidak pernah dikonfirmasi oleh media berita kredibel mana pun.
Imbauan untuk Publik
1. Waspada terhadap konten tanpa sumber resmi yang tersebar di media sosial.
2. Selalu cek fakta melalui kanal pemerintah atau media berita arus utama sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu informasi.
3. Informasi sensasional sering digunakan untuk menarik perhatian — namun belum tentu menggambarkan fakta sesungguhnya.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Pesawat Raksasa Milik Rusia Datang ke Aceh Membawa Bantuan, Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Benarkah Megawati dan Puan Beri Peringatan ke Purbaya Jika Tidak Sejalan dengan DPR?
-
Cek Fakta: Benarkah Purbaya Mau Hapus Dana Desa dan Diganti Subsidi Listrik hingga Sembako?
-
Cek Fakta: Detik-Detik Pesawat ATR Jatuh karena Power Bank Terbakar Viral, Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Benarkah China Resmi Tutup Pintu untuk Wisatawan Israel?
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Jajan di Boost Lebih Hemat, Ada Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless
-
Tiket Ragunan Bisa Naik Jadi Rp10 Ribu, Pramono Anung Singgung Kesejahteraan Satwa
-
Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga
-
Raisa, Nadin Amizah hingga Sal Priadi Siap Ramaikan Sunset di Pantai 2026
-
BRI Raih Penghargaan Industri Olahraga di Indonesia Sports Summit 2026