- Sebuah unggahan TikTok mengklaim Trump akan membebaskan Presiden Venezuela jika Indonesia mengizinkan Aceh merdeka.
- Pemeriksa fakta MAFINDO memastikan klaim tersebut tidak berdasar dan tidak ada bukti resmi mendukungnya.
- Hoaks ini mudah menyebar karena narasi sensasional yang mengaitkan tokoh dunia dengan isu sensitif wilayah.
SuaraJakarta.id - Sebuah unggahan di media sosial yang menyatakan Presiden Donald Trump akan membebaskan presiden Venezuela jika Indonesia mengizinkan Aceh merdeka telah menjadi perbincangan hangat netizen beberapa hari terakhir. Namun setelah ditelusuri, klaim ini tidak berdasar dan tergolong hoaks.
Narasi tersebut muncul lewat unggahan gambar di TikTok yang menyebut Trump akan memulangkan atau membebaskan pemimpin Venezuela sebagai imbalan atas kemerdekaan Aceh. Unggahan tersebut telah dibagikan ratusan kali dan menarik perhatian banyak pengguna.
“Ronald Trump Akan Pulangkan - Presiden Venezuela Maduro Jika Indonesia Lepaskan Aceh”
Hingga Kamis (12/2/2026) unggahan telah mendapatkan 1136 tanda suka, 56 komentar dan telah dibagikan ulang 106 kali.
Pemeriksa fakta dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) melalui platform TurnBackHoax menemukan bahwa tidak ada bukti pernyataan Trump seperti yang diklaim tersebut dalam pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi pemerintah manapun.
Pencarian dengan kata kunci terkait peristiwa ini mengarahkan pada berita lain yang membahas situasi politik Venezuela dan kritik terhadap tindakan tertentu, tetapi tidak ada yang mendukung klaim bahwa Trump menjanjikan pembebasan presiden Venezuela dengan syarat Indonesia membiarkan Aceh merdeka.
Kenapa Hoaks Ini Mudah Menyebar?
Berita sensasional yang mengaitkan nama tokoh dunia dengan isu besar seperti kemerdekaan wilayah atau pembebasan tahanan politik sering menarik klik dan dibagikan tanpa verifikasi lebih lanjut. Ini membuat informasi yang tidak benar cepat viral tanpa didukung fakta.
Beberapa faktor yang membuat hoaks semacam ini tersebar luas:
Baca Juga: The Grand Platinum Jakarta Mempersembahkan "Three Signature Collaborations" Bagi 3 Perayaan Istimewa
- Narasi sensasional dan provokatif
- Penggunaan nama tokoh dunia besar
- Tidak ada sumber resmi atau kutipan langsung
- Penyebaran melalui platform media sosial tanpa filter
Tentang Aceh dan Politik Global
Isu kemerdekaan Aceh merupakan topik sensitif dan sudah lama menjadi bagian sejarah perjuangan politik Indonesia, tetapi tidak ada hubungan langsung atau kebijakan internasional yang menetapkan imbalan atas kemerdekaan wilayah tertentu dengan imbalan politik internasional semacam itu.
Isu politik luar negeri seperti hubungan AS–Venezuela atau pandangan AS terhadap konflik lain dilakukan melalui jalur diplomatik dan mekanisme resmi, bukan melalui pertukaran imbalan semacam yang diklaim.
Klaim bahwa Donald Trump menjanjikan pembebasan Presiden Venezuela jika Indonesia mengizinkan Aceh merdeka adalah informasi palsu atau hoaks. Tidak ditemukan bukti sah dari pemerintah AS, media internasional besar, atau sumber resmi lainnya yang mendukung narasi tersebut.
Sebelum membagikan informasi yang Anda temui di media sosial, terutama yang berkaitan dengan politik internasional dan isu sensitif, pastikan untuk memeriksa kebenarannya melalui sumber resmi atau layanan pemeriksa fakta seperti TurnBackHoax.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Benarkah AS Keluar dari NATO dan Gandeng Indonesia-Rusia?
-
Cek Fakta: Tautan Penghapusan Utang Pinjol dari OJK yang Viral, Ini Faktanya!
-
Cek Fakta: DPR Tunda Pembahasan RUU Perampasan Aset hingga Tahun Depan, Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Tautan Pendaftaran Bantuan Insentif untuk Guru 2026, Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Viral Wali Kota Madiun Maidi Serahkan Rp800 Juta ke Jokowi, Ini Faktanya
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Semangat Local Heart Lewat CSR dengan Sahabat Anak Cijantung
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob
-
Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas
-
Pestapora 2026 Hadirkan Ragam Keseruan, Ada Promo dan Hadiah dari BRI