Muhammad Yunus
Sabtu, 21 Februari 2026 | 10:43 WIB
Penyerang Persija Alaeddine Ajaraie (kiri) menjawab pertanyaan pewarta pada jumpa pers setelah pertandingan BRI Super League melawan PSM Makassar di Jakarta International Stadium, Jakarta, Jumat (20/2/2026) [Suara.com/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Penyerang Persija Jakarta, Alaeddine Ajaraie, menyatakan laga melawan tim lawan selalu membutuhkan intensitas maksimal seperti partai final.
  • Alaeddine mencetak gol perdananya saat Persija mengalahkan PSM Makassar 2-1 di JIS pada Jumat (20/2).
  • Pemain asal Maroko itu menyatakan tidak kesulitan beradaptasi menjalani pertandingan selama bulan Ramadhan di Indonesia.

SuaraJakarta.id - Penyerang Persija Jakarta Alaeddine Ajaraie menyebut setiap tim lawan selalu tampil dengan motivasi berlipat.

Saat menghadapi Persija, sehingga setiap pertandingan harus dijalani seperti partai final.

Hal itu disampaikan Alaeddine setelah pertandingan BRI Super League 2025/2026 melawan PSM Makassar di Jakarta International Stadium, yang berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi Persija.

Pada pertandingan itu, Alaeddine menyumbang satu gol untuk Persija yang sekaligus menjadi gol perdananya untuk Macan Kemayoran.

“Setiap pertandingan bagi kami seperti final. Tim mana pun yang datang ke sini tahu mereka bermain melawan Persija, jadi mereka selalu memberikan lebih dari 100 persen,” kata Alaeddine dalam jumpa pers setelah pertandingan usai, Jumat (20/2).

Ia menilai situasi tersebut menuntut seluruh pemain untuk bekerja ekstra keras demi meraih hasil positif di setiap pertandingan.

Alaeddine juga mengungkapkan kebahagiaannya dapat berkontribusi bagi kemenangan tim dan menegaskan Persija kini langsung mengalihkan fokus pada pemulihan karena jadwal pertandingan yang padat.

“Kami senang dengan kemenangan ini. Sekarang kami punya waktu untuk recovery dan mempersiapkan pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Rahasia di Bulan Puasa

Baca Juga: Pelatih Persija Mauricio Souza Soroti Lapangan JIS Kurang Ideal

Selain soal pertandingan, Alaeddine juga membagikan pengalamannya menjalani bulan Ramadan di Indonesia.

Sebagai seorang Muslim, ia mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam menjaga performa meski harus berpuasa.

Menurut pemain asal Maroko itu, bermain saat Ramadan bukan hal baru karena sebelumnya juga sering menjalani pertandingan dalam kondisi berpuasa.

“Bagi saya ini normal karena saya Muslim dan sudah sering bermain saat Ramadhan. Saya justru merasa Allah memberi kami kekuatan lebih di bulan ini,” katanya.

Alaeddine menambahkan dirinya merasa nyaman dan bahagia menjalani Ramadhan di Indonesia, yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia.

Load More