- Persija Jakarta mengalahkan PSM Makassar 2-1 di JIS pada Jumat (20/2) karena adaptasi lapangan kurang baik menguntungkan tuan rumah.
- Pelatih Mauricio Souza menyayangkan tidak digunakannya teknologi VAR dalam laga tersebut karena kendala teknis operasional.
- Souza menyatakan persaingan BRI Super League masih terbuka lebar dan timnya fokus untuk memenangkan sisa pertandingan kompetisi.
SuaraJakarta.id - Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza menilai kemenangan 2-1 atas PSM Makassar dipengaruhi kemampuan timnya beradaptasi dengan kondisi lapangan yang kurang ideal, dalam laga lanjutan BRI Super League di Jakarta International Stadium, Jumat (20/2).
Souza mengatakan kondisi lapangan yang tidak dalam keadaan terbaik sempat menghambat gaya bermain cepat yang menjadi ciri Persija. Namun, situasi tersebut juga berdampak kepada tim lawan dan akhirnya menguntungkan tuan rumah.
“Kondisi lapangan memang tidak menawarkan kualitas yang baik dan itu biasanya merugikan tim kami yang bermain cepat. Tapi hari ini juga merugikan lawan,” ujar Souza dalam jumpa pers usai pertandingan.
Ia mencontohkan gol penentu kemenangan Persija yang dicetak Maxwell Souza. Gol itu berawal dari blunder kiper PSM Reza Arya Pratama dalam membuang bola, untuk kemudian disambut sundulan penyerang Persija Maxwell.
Selain menyoroti jalannya pertandingan, pelatih asal Brasil itu juga menyayangkan tidak digunakannya teknologi Video Assistant Referee (VAR) dalam laga tersebut. Teknologi VAR mengalami kendala teknis, sehingga tidak digunakan pada laga Persija menjamu PSM.
Menurut dia, VAR dapat membantu memperjelas keputusan pada situasi yang meragukan, terutama dalam sepak bola modern yang menuntut akurasi tinggi dalam pengambilan keputusan.
“Saya pikir sangat disayangkan tidak ada VAR. Dalam situasi yang meragukan, VAR bisa membantu mengklarifikasi,” katanya.
Meski demikian, Souza mengakui timnya telah diberi informasi sebelumnya bahwa pertandingan tidak akan menggunakan VAR sehingga ia tidak bisa mempersoalkan hal tersebut lebih jauh.
Souza juga mengungkapkan bahwa kartu kuning yang diterimanya pada pertandingan tersebut merupakan bentuk reaksi emosional yang ia sesali.
Baca Juga: Rahasia 3 Kemenangan Beruntun Persija Terungkap! Ternyata...
Ia menjelaskan sempat melihat situasi yang menurutnya terjadi dalam posisi offside, namun asisten wasit tidak langsung mengangkat bendera. Souza mengira ofisial pertandingan menunggu kelanjutan permainan seperti prosedur dalam sistem VAR.
“Saya sudah meminta maaf kepada staf. Itu tindakan yang tidak bertanggung jawab dan tidak terpikirkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Souza menilai persaingan menuju gelar juara Super League musim ini masih terbuka lebar. Dengan selisih poin yang ketat di papan atas, ia menegaskan timnya masih memiliki peluang.
“Kami tidak mengontrol tim lain. Kami fokus pada Persija. Kami percaya dengan tim ini, kami masih hidup di kompetisi dan masih banyak pertandingan tersisa. Semua bisa terjadi,” pungkas pelatih asal Brasil itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Pelatih Persija Mauricio Souza Soroti Lapangan JIS Kurang Ideal
-
7 Hal Penting di Balik Hotman Paris Bela ABK Sea Dragon yang Dituntut Mati Kasus Sabu 2 Ton
-
Jadwal Imsak Jakarta 21 Februari 2026 Hari Ini, Waktu Subuh, Magrib dan Doa Sahur
-
Jadwal Buka Puasa Jakarta 20 Februari 2026 Lengkap Waktu Magrib dan Doa Berbuka Hari Ini
-
Tahun Pertama, Mas Dhito Tancap Gas Realisasikan Program Prioritas